Blitar (beritajatim.com) – Wali Kota Blitar Santoso menggelar lomba tari tingkat pelajar se Jawa Timur. Kegiatan lomba tari yang digelar oleh Wali Kota Blitar ini pun diikuti oleh puluhan pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga SMP.
Dalam sambutannya, Wali Kota Blitar Santoso menyebut bahwa lomba ini merupakan peringatan Hari Jadi Kota Blitar ke 118. Santoso berharap kegiatan ini bisa sebagai ajang untuk mengembangkan kemampuan anak-anak di Bumi Penataran.
Santoso berharap lomba seni tari akan memiliki tiga sisi positif, termasuk pembentukan kan karakter anak yang lemah lembut serta menghargai kebudayaan.
“Kegiatan dari sanggar tari se Jawa Timur merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Blitar ke 118 bagian untuk unjuk kemampuan, bakat seni, Saya yakin Jawa Timur sebagai gudang seniman tari berprestasi, akan jadi parameter daerah lain,” kata Wali Kota Blitar, Santoso, Minggu (21/04/24).
Lomba tari dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Blitar ini diikuti oleh 153 peserta. Peserta lomba tari ini bukan hanya berasal dari Blitar namun juga luar daerah, seperti Kediri hingga Tulungagung.
Dalam lomba ini ada 4 kategori yang dinilai oleh juris. Dimana masing-masing kategori bakal diambil satu pemenang nantinya yang paling banyak bakal keluar sebagai juara umum.
“Ini pesertanya bukan hanya dari Blitar namun juga luar daerah,” tegasnya.

Santoso menyebut, bahwa Kota Blitar ingin mengimplementasikan Tris Sakti ajaran Bung Karno yang selalu mendorong kepribadian dalam kebudayaan.
“Lomba tari adalah bentuk nyata kecintaan kita pada budaya asli Indonesia,” tuturnya
Seni tari menurut Santoso adalah sebagai bentuk pemersatu bangsa. Selain itu Santoso juga menyampaikan seni tari juga sebagai sarana diplomasi bangsa.
” Karena semua umat manusia tentu secara khodrati dapat menikmati seni tari, karena Sang Proklamator juga sosok penikmat seni dan sekaligus seniman ulung,” pungkasnya. [owi/but]






