Ringkasan Berita:
- Tenaga pendukung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 yang berasal dari mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir resmi tiba di Makkah pada Kamis, 23 April 2026.
- Para mahasiswa ditempatkan di Tayeb Hotel, Sektor 1 wilayah Sisyah, Makkah, untuk mendukung kelancaran operasional dan teknis di lapangan.
- Keterlibatan mahasiswa ini bertujuan memperkuat kualitas layanan komunikasi lintas bahasa guna membantu jemaah Indonesia berinteraksi di Tanah Suci.
- Razi Alif Al Faiz, salah satu petugas, menyatakan timnya telah siap siaga menunggu kedatangan jemaah dan menjamin pendampingan penuh selama di Makkah.
- Kehadiran tenaga pendukung ini menjadi bagian dari strategi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI untuk menciptakan pengalaman ibadah yang lebih nyaman dan tertib.
Makkah (beritajatim.com) – Tenaga pendukung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 dari mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir resmi tiba di Makkah Al-Mukarramah pada Kamis (23/4/2026) untuk memperkuat pelayanan teknis dan operasional bagi jemaah haji Indonesia.
Kehadiran para mahasiswa ini menjadi instrumen penting bagi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam mengoptimalkan komunikasi lintas bahasa serta pendampingan jemaah di tengah modernisasi layanan haji berbasis digital tahun ini.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, gelombang tenaga pendukung ini langsung menempati Tayeb Hotel yang berlokasi di Sektor 1 wilayah Sisyah, Makkah.
Lokasi ini dipersiapkan sebagai salah satu pusat koordinasi utama untuk menyambut kedatangan jemaah dari berbagai embarkasi, termasuk rombongan besar asal Jawa Timur yang dijadwalkan segera bergeser dari Madinah menuju Makkah.
Meskipun baru menginjakkan kaki di Kota Suci, antusiasme tinggi terlihat dari para mahasiswa yang akan bertugas di garda terdepan pelayanan lapangan.
Mereka dibekali kemampuan bahasa dan pemahaman budaya lokal yang kuat guna meminimalisir kendala komunikasi yang sering dihadapi jemaah lansia saat berinteraksi dengan otoritas atau syarikah di Arab Saudi.
Kesiapan Pendampingan Operasional dan Teknis
Razi Alif Al Faiz, salah satu mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan Magister Ilmu Hadis di Universitas Al-Azhar, menegaskan bahwa seluruh tim telah berada dalam posisi siap siaga.
Kehadiran mereka difokuskan untuk memberikan rasa aman bagi jemaah sehingga para tamu Allah dapat fokus pada rangkaian ibadah tanpa terkendala masalah teknis.
“Kami sangat siap dan menunggu kedatangan bapak ibu jemaah. Tidak perlu khawatir selama di Tanah Suci. Insyaallah kami hadir untuk membantu dalam berbagai kebutuhan teknis dan operasional,” ungkap Razi di Makkah, Kamis (23/4/2026).
Razi juga mengimbau agar para jemaah tetap tenang dan mengikuti arahan petugas yang berseragam resmi Kemenhaj RI. Dengan dukungan tenaga pendukung yang memahami seluk-beluk wilayah Makkah, diharapkan segala kendala mulai dari navigasi transportasi hingga penggunaan Kartu Nusuk dapat teratasi dengan cepat di lapangan.
Penguatan Layanan di Sektor 1 Sisyah
Penempatan di Sektor 1 wilayah Sisyah dinilai sangat strategis mengingat area ini merupakan salah satu konsentrasi pemondokan jemaah haji Indonesia.
Selain bantuan bahasa, para mahasiswa ini juga akan membantu tim kesehatan dan tim perlindungan jemaah (Linjam) dalam memantau kondisi jemaah yang masuk kategori risiko tinggi (risti) di penginapan.
Langkah Kemenhaj RI melibatkan mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Timur Tengah ini merupakan bagian dari transformasi layanan haji 2026 yang lebih profesional dan terintegrasi.
Hal ini juga mendukung percepatan layanan one stop service yang memastikan hak-hak jemaah, mulai dari akomodasi hingga bimbingan ibadah, terpenuhi secara maksimal menjelang puncak wukuf pada akhir Mei mendatang. [ian/beq]






