Sidoarjo (beritajatim.com) – Meninggalnya jemaah calon haji, Ning Nur Fadilah (Ning Dila) di pesawat dalam perjalanan menuju Madinah Arab Saudi, mengagetkan banyak pihak di keluarga besar Pondok Pesantren Bahauddin Ngelom Taman Sepanjang.
Keberangkatan Ning Dila bersama suaminya Gus Hasan Syadzily dari Pondok Pesantren Bahauddin Ali Ar Rofii juga mendapatkan iringan sambutan keluarga yang berbahagia.
Namun taqdir berkata lain, Ning Dila dipanggil Allah pulang ke rahmatnya, usai menjalankan salat subuh dalam perjalanan menuju Madinah. “Keluarga banyak yang kaget, syok mendengar wafatnya Ning Dila,” ucap KH. M Syihabuddin Sholeh Kamis (8/5/2025).
Kendati kesedihan itu ada, lanjut Gus Syihab, almarhumah termasuk menghadap kepada Allah SWT dalam kondisi berangkat beribadah haji, dimakamkan di Madinah dan harinya juga Kamis malam Jumat Legi. “Insya Allah almarhumah meninggalnya mulia,” imbuhnya.
Lanjut dia, banyak manusia yang mengharapkan bisa meninggal di tanah suci Makkah dan Madinah (Haramin red,) tapi banyak yang tidak terkabul. “Saya yakin Ning Dila punya amalan yang istiqomah sehingga pulang ke Rahmat Allah bertepatan ke tanah suci,” urai putra KH Sholeh Qoshim Ngelom Taman Sepanjang itu.
Disinggung soal riwayat yang diderita almarhumah, Gus Syihab menjelaskan selama ini almarhumah sehat-sehat saja. Sebelum dan akan berangkat ke tanah suci, juga tidak ada tanda apa-apa.
“Kedua pasangan (Gus Hasan dan Ning Dila) baik-baik saja dan minta doakan ke keluarga selama di tanah suci, sehat serta bisa menjalankan rukun dan sunnah dalam beribadah haji di tanah suci. Memang untuk Ning Dila ada punya riwayat sedikit diabet, tapi tidak akut atau berat,” jelasnya.
“Update informasi terakhir, almarhumah sudah dibawa ke rumah sakit di Madinah,” sambung Gus Syihab menutup. [isa/aje]






