Ngawi (beritajatim.com) – Setelah dua jam berdemonstrasi, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ngawi akhirnya bertemu dengan perwakilan Anggota DPRD Ngawi yang baru saja dilantik, Senin (26/8/2024) . Feligia Agit dan Surojogo, dua legislator PDIP, berjalan kaki dari Pendapa Wedya Graha, kemudian menemui mahasiswa yang berdemo di Alun-Alun Ngawi, dekat air mancur.
Agit mengaku mengapresiasi mahasiswa yang mau menyuarakan tak hanya soal putusan MK, tapi juga soal angka kemiskinan Ngawi yang masih di angka 14,40 per Maret 2023, dan 13,81 persen per Maret 2024. Selain itu, 46 petani meninggal dalam kurun waktu tujuh tahun, jadi korban jebakan tikus beraliran listrik.
“Saya selaku reprentasi anak muda mengapresiasi semangat mahasiswa ini. Untuk soal putusan MK, atau RUU Pilkada, kami sudah berkirim surat ke DPR RI. Kedua, jika alat kelengkapan DPRD sudah ada, kami segera bekerja untuk mengurangi angka kemiskinan,” terang Agit, usai menemui massa aksi.
“Kami juga segera membuat peraturan daerah, untuk melindungi para petani agar korban jiwa akibat jebakan tikus tidak terulang lagi,” tambahnya.
Terpisah, Erliana Puspitasari, Koordinator Aliansi BEM Ngawi mengaku puas sudah ada perwakilan DPRD yang mau menemui mereka langsung. Sebagai mahasiswa, mereka bakal mengawal kebijakan DPRD untuk isu lokal yang mereka angkat.
“Anggota DPRD baru saja dilantik, baru kelihatan kebijakannya nanti pada tahun depan, kita tahu outputnya kan tahun depan. Kami semua akan mengawal bersama. Yang jelas kami ingin Ngawi tidak lagi tertinggi keenam soal kemiskinan, dan tak ada lagi petani yang jadi korban jebakan tikus berliran listrik,” kata Erliana.
Usai menandatangi berkas tuntutan, masa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib. [fiq/beq]






