Banyuwangi (beritajatim.com) – Satu siswa sekolah dasar di Banyuwangi terkonfirmasi Covid-19. Temuan itu didapat setelah pihak Satgas penanganan Covid 19 Banyuwangi melakukan tes antigen kepada 3000 sampel siswa sekolah di semua tingkatan.
Meski demikian, Juru bicara Satgas penanganan Covid-19 Banyuwangi, dr. Widji Lestariono menyebut temuan tersebut bukan termasuk klaster baru Covid-19. Karena hanya terjadi pada satu orang siswa.
“Dikatakan klaster itu kalau yang terkonfirmasi positif lebih dari satu dalam sebuah kelompok. Setelah kita lakukan tracing ternyata hasilnya negatif semua. Jadi belum bisa dikatakan sebagai klaster,” ungkapnya.
Bahkan, pihak Satgas juga telah melakukan tracing terhadap orang kontak erat. Tapi hasilnya nihil atau negatif.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-19-banyuwangi”]
“Segera kami lakukan tindak lanjut. Siswa SD yang OTG, itu tindak lanjut penanganannya dilakukan isolasi mandiri. Selain itu, dilakukan tracing pada seluruh teman sekelas, guru, dan kontak erat serumah. Total yang kami lakukan tracing dan testing 27 orang. Hasilnya Alhamdulillah semua negatif,” jelasnya.
Langkah ini juga untuk evaluasi dan monitoring terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah. Sampel itu diambil terhadap seluruh siswa di masing-masing tingkatkan secara acak mulai SD, SMP dan SMA. [rin/suf]






