Blitar (beritajatim.com) – Temu manten tebu menjadi tradisi masyarakat Jawa untuk menandai dimulainya proses giling tebu atau produksi gula. Tradisi ini tetap dijalankan di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo – Mitr Phol Group di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar.
Tradisi temu manten tebu ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur mengawali proses produksi gula yang diperkirakan mencapai 1,25 juta ton pada musim giling tahun ini.
Tradisi manten tebu ini diawali dengan tarian cucuk lampah. Tarian ini bermakna sebagai petunjuk arah atau langkah kaki pengantin harus melangkah.
Pengantin wanita dan lelaki pun diwajibkan menggunakan busana mantenan khas Jawa lengkap. Dengan membawa sebatang tebu yang telah dihias dengan janur, mempelai pria dan wanita pun berjalan dari arah yang berbeda.
Kedua mempelai itu pun kemudian dipertemukan di tengah lapang. Kemudian, tebu yang dibawa masing-masing pengantin dipersatukan oleh sang dukun.
Baca Juga:
Jalur Malang-Blitar Macet Hingga 3 Kilometer Akibat Banyaknya Truk Tebu
Layaknya prosesi dalam ritual pengantin Jawa, pengantin wanita membasuh bagian bawah pohon tebu lanang.
Kemudian, kedua tebu dipersatukan. Pengantin membawa tebu tersebut menuju mesin penggilingan. Mereka akan diarak menuju tempat penggiling tebu dengan pendamping pengantin dan penari.
Tebu pengantin akan dilempar ke mesin penggiling sebagai simbol dimulainya musim giling tebu. Setelah itu, puluhan truk bermuatan tebu akan menjatuhkan tebu – tebu tersebut ke mesin giling secara bergantian.
“Tradisi manten tebu ini digelar setiap tahunnya, saat musim giling di PT RMI. Ini merupakan tradisi manten tebu satu-satunya di Kabupaten Blitar,” kata Factory Manager PT RMI Blitar, Heri Widarmanto, Selasa (16/5/2023).
Pihak perusahaan menyebut tradisi penganten tebu juga dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas panen tebu yang melimpah. RMI juga berharap mampu memproduksi sebanyak 1,25 juta ton tebu dalam musim giling tahun ini.
Baca Juga:
Jalan Tol Tulungagung-Blitar-Kepanjen Malang Belum Jelas
Dengan jumlah produksi tersebut, RMI Blitar berharap bisa mendapatkan hasil gula sebanyak sekitar 98 ribu ton.
“Pada musim giling tahun lalu, kami mampu memproduksi sekitar 90 ribu ton gula dari 1,1 juta ton tebu,” terangnya.
Dari data pabrik gula RMI, jumlah petani tebu di Blitar mengalami peningkatan. Termasuk area lahan tebu yang juga semakin meluas sekitar 10 ribu hektar.
“Di awal-awal giling itu hanya sekitar 6.000 hektar lahan tebu, sekarang meningkat. Tapi kami tetap prioritaskan hasil tebu dari petani Blitar,” pungkasnya. [owi/beq]






