Malang (beritajatim.com) – Sebuah sikap tegas untuk menegakkan marwah bahasa nasional digaungkan dalam gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Internasional Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) 2025. IKAPROBSI mengambil langkah berani dengan mewajibkan penggunaan Bahasa Indonesia dalam seminar internasional yang berlangsung di Malang pada 7-9 Agustus 2025 di Savana Hotel & Convention.
Langkah ini bukan sekadar simbolis, melainkan sebuah penegasan untuk menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara. “Mohon maaf, ada sebagian pihak yang tidak taat asas pada undang-undang yang kita miliki,” tegas Ketua Umum IKAPROBSI, Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd., dalam konferensi pers, Rabu (6/8/2025) sore.
“Kita sebagai perkumpulan program studi punya komitmen dan kesungguhan untuk menegakkan amanat undang-undang. Maka, kegiatan ini kita selenggarakan dengan menggunakan Bahasa Indonesia,” ujarnya.
Prof. Sarwiji mengkritik fenomena seminar internasional di Indonesia yang pesertanya mayoritas orang Indonesia, namun dipaksa menggunakan Bahasa Inggris. Menurutnya, ini menunjukkan rasa minder yang tidak perlu, terutama setelah Bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa resmi dalam Konferensi Umum UNESCO.
“Kalau ada seminar internasional di Indonesia, harus menggunakan Bahasa Indonesia. Jika ada peserta asing, kita yang harus menyediakan penerjemah. Jangan dibalik,” tambahnya. 1″Bahasa kita sudah mampu menjadi sarana komunikasi ilmiah, kita tidak boleh minder.”
Seminar yang mengusung tema ‘Pengembangan Kreativitas dan Inovasi Program Studi PBSI untuk Penguatan Literasi dan Internasionalisasi Bahasa Indonesia’ ini akan menjadi bukti nyata. Meski berbahasa utama Indonesia, seminar ini menghadirkan deretan pakar internasional ternama, seperti Dr. Tom Hoogervorst dari Belanda dan Liu Yuening, M.A., dari Beijing Foreign Studies University, Tiongkok.
Selain itu hadir juga dalam seminar ini Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. (Wakil Mendektisaintek), Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. (Ketua Umum IKAPROBSI), Dr. Madiawati Binti Mamat (Universiti Malaya, Malaysia), Prof. Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd. ( Universitas Negeri Malang), dan Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta).
“Ini adalah seminar internasional kedua kami yang konsisten menggunakan Bahasa Indonesia. Tahun lalu di Mataram, pembicara dari Uzbekistan pun menyampaikan materinya dalam Bahasa Indonesia. Ini membuktikan bahasa kita memiliki daya tarik global,” jelas Prof. Sarwiji.
Antusiasme publik terhadap acara ini luar biasa. Tercatat 306 peserta dari seluruh Indonesia akan hadir secara luring dan daring, bahkan panitia terpaksa menutup pendaftaran lebih awal karena hotel tidak cukup menampung.
Acara di Malang ini dirancang padat dengan berbagai kegiatan berdampak. Salah satu agenda utamanya adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis antara IKAPROBSI dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbudristek.
“Kerja sama ini akan mencakup empat bidang: pembinaan, pengembangan, perlindungan, dan internasionalisasi bahasa. Kami akan mendorong 11 pengurus wilayah IKAPROBSI di seluruh Indonesia untuk bersinergi langsung dengan balai dan kantor bahasa setempat,” ungkap Sekjen IKAPROBSI, Prof. Dr. Suherli Kusmana, M.Pd.
Selain itu, IKAPROBSI juga akan meluncurkan beberapa inisiatif penting. Ada Penerbit IKAPROBSI: Sebuah solusi konkret untuk mengatasi kelangkaan buku referensi akademik terbaru bagi mahasiswa.
“Dosen sering kesulitan menerbitkan gagasan baru, dan mahasiswa sulit mencari referensi 5 tahun terakhir. Penerbit ini adalah jalan keluarnya,” kata Prof. Suherli.
Kemudian, Anugerah Dharma Pradana: Penghargaan bagi lima tokoh yang dinilai berjasa dan berdedikasi tinggi dalam pengembangan organisasi IKAPROBSI. Ada juga Kompetisi Kreativitas Mahasiswa (KKM), yang menjadi Wadah bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 untuk menyalurkan gagasan membangun bangsa melalui lomba film pendek, musikalisasi puisi, esai, hingga pengembangan bahan ajar inovatif.
Ketua Pelaksana, Dr. Azizatuz Zahro’, S.Pd, M.Pd., berharap inisiatif seperti KKM dapat menjadi ajang kompetisi bergengsi yang berkelanjutan bagi mahasiswa di bidang bahasa dan sastra Indonesia.
“Dengan serangkaian agenda yang progresif dan sikap tegas terhadap kedaulatan bahasa, IKAPROBSI 2025 di Malang diharapkan dapat menjadi gerakan untuk mengukuhkan identitas dan memajukan literasi bangsa di panggung dunia,” ujar ketua pelaksana yang merupakan dosen Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, sekaligus kampus tersebut menjadi host rakernas dan seminar nasional IKAPROBSI 2025. (dan/ian)






