Magetan (beritajatim.com) – Tebing penahan bahu jalan tembus Sarangan-Magetan mengalami longsor sedalam 15 meter. Tebing yang longsor berada tepat di tepi jalan.
Pihak kepolisian sudah memasang sejumlah penanda agar pengguna jalan waspada. Pinggiran jalan tersebut sudah diberi penanda berupa karung berisi pasir dan batu, sementara masih terlihat retakan di lokasi tersebut.
Pantauan beritajatim.com, longsor terjadi di bagian tebing penyangga bahu jalan. Bahkan, bagian bawah cor bahu jalan sudah tergerus.
Jika ada kendaraan yang berjalan terlalu ke pinggir maka akan membahayakan dan bisa memperparah longsoran.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, membenarkan pihaknya sudah mengecek ke lokasi.
“Memang ada longsoran di bahu jalan dan sudah menggerus di bawah cor bahu jalan. Pihak terkait yakni DPUPR Provinsi sudah memasang penanda sekaligus rambu-rambu juga,” kata Eka saat ditemui di kantor BPBD Magetan, Jumat (11/11/2022).
Eka mengungkapkan kawasan itu memang rawan longsor. Terlebih curah hujan di area Jalan Tembus cukup tinggi.
Dia mengingatkan seluruh pengguna jalan agar berhati-hati di lokasi. Apalagi saat malam hari dan ketika cuaca berkabut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Magetan”]
Sementara, pihaknya sudah mendapatkan kabar soal penanganan jangka panjang dari dinas terkait yakni dengan membangun talud untuk mencegah longsor. Namun, penanganan akan dilaksanakan tahun depan.
Tak hanya itu, pihaknya sempat menangani longsor di Jalan Tembus masuk Desa Dadi, Plaosan, Magetan. Longsoran itu menutup setengah akses jalan.
Longsoran dari tebing setinggi 10 meter itu mengganggu akses jalan hingga akhirnya sudah ditangani petugas tim reaksi cepat (TRC) BPBD Magetan.
“Sempat ada longsor juga di atasnya telaga Wahyu, siang tadi turun hujan intensitas tinggi selama sekitar 30 menit. Hingga mengakibatkan longsor dan menutup akses jalan 50 persen. Kemudian, segera kami tangani dan kini akses jalan sudah lancar,” kata Eka. [fiq/beq]







