Jakarta (beritajatim.com) – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menegaskab jika atlet tak dibentuk secara instan. Butuh perjuangan untuk mencapai prestasi terbaik.
“Atlet itu tidak bisa instan langsung ke pertandingan dewasa, memang dibutuhkan perjalanan lama,” kata Taufik di laman resmi Kemenpora.
Selain itu, mantan atlet bulu tangkis ini menekankan bahwa dibutuhkan pula pertandingan sebagai wadah mengasah kemampuan diri dan juga dukungan khususnya dari keluarga.
Dalam perjalanan itulah diperlukan wadah bagi para atlet usia dini untuk mengembangkan kemampuan yaitu melalui ragam pertandingan yang digelar.
“Saya merasakan seperti mereka juga yang bertanding dari usia anak-anak,” aku peraih emas bulu tangkis Olimpiade 2004 ini.
Menurut Taufik, sekarang ini jarang orang yang mau menjadi atlet dan ingin semuanya berlangsung instan. Padahal menjadi atlet membutuhkan perjuangan.
Diakuinya, keengganan anak-anak muda menekuni olahraga secara profesional salah satunya dikarenakan anggapan bahwa menjadi atlet tidak memiliki masa depan yang cerah.
Padahal banyak atlet mampu meraih kehidupan yang lebih baik dikarenakan kiprahnya di dunia olahraga. “Insyaallah kalau kita mau, kita bisa jadi juara, bisa yang terbaik, kita bisa kok mendapatkan masa depan yang cerah,” terang Taufik.
Ia menegaskan bahwa tantangan yang paling besar, atau lawan yang paling berat, adalah diri sendiri, bukan orang lain. “Jadi bagaimana kita sendiri bisa menyikapinya,” terangnya.
Selain sarana pertandingan, Taufik menyatakan atlet muda juga membutuhkan dukungan, khususnya dari orang tua dan keluarga sebagai pihak terdekat. (faw/ted)






