Surabaya (beritajatim.com) – Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilakukan pada bulan suci Ramadan, memiliki keutamaan yang luar biasa. Meskipun disarankan untuk dilakukan secara berjamaah, namun bagi mereka yang uzur atau menghadapi kendala tertentu, melakukan shalat Tarawih sendiri baik di masjid maupun di rumah tetaplah diperbolehkan.
Pentingnya niat dalam menjalankan shalat Tarawih sendiri tidak bisa diabaikan. Mereka yang akan melakukan shalat Tarawih dapat melafalkan niat sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”
Berdasarkan Mazhab Syafi’i, shalat Tarawih tanpa niat yang memadai berdampak pada keabsahan ibadah. Oleh karena itu, lafal niat yang tepat menjadi penting.
Selain itu, jumlah rakaat shalat Tarawih sendiri sama dengan yang dilakukan dalam berjamaah, yaitu 20 rakaat. Namun demikian, dalam Mazhab Syafi’i, shalat Tarawih harus memiliki salam pada setiap dua rakaatnya.
ولا يصح أن يصلي أربعا منها بسلام بل لا بد أن يكون كل ركعتين منها بسلام لأنها وردت كذلك
Artinya: “Shalat Tarawih tidak sah dikerjakan empat rakaat dengan satu salam, tetapi ia harus ada salam setiap dua rakaat karena hadits menyatakan demikian,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], halaman 112).
Adapun surat yang dibaca setelah Al-Fatihah bersifat sunnah, dan seseorang dapat memilih surat mana saja yang mudah baginya. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi individu untuk memperdalam hubungan spiritual mereka dengan Allah SWT sesuai dengan kemampuan dan pemahaman mereka.
Dalam rangka melaksanakan shalat Tarawih sendiri, seseorang juga dapat memilih untuk melakukan ibadah secara ringkas dengan membaca surat-surat pendek setelah Al-Fatihah, atau memperpanjang ibadah dengan memilih surat-surat Panjang dalam Al-Quran. Berikut tata cara shalat sunnah Tarawih sendiri menurut Madzhab Syafi’i:
1. Pelafalan Niat Shalat Tarawih: Sebelum memulai ibadah, mulailah dengan melafalkan niat shalat Tarawih. Niat ini haruslah tulus dan ikhlas, sebagai wujud kesungguhan dalam menjalankan ibadah.
2. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram: Selain pelafalan niat secara lisan, niat juga harus ada di dalam hati saat takbiratul ihram, menandakan kesungguhan dalam memulai ibadah shalat Tarawih.
3. Mengucap takbir: Setelah niat, ucapkanlah takbiratul ihram sambil mempertegas niat di dalam hati. Takbir ini merupakan awal dari ibadah shalat Tarawih.
4. Baca Ta’awudz dan surat Al-Fatihah: Setelah takbiratul ihram, bacalah ta’awudz (perlindungan dengan menyebut nama Allah dari godaan syaitan) dan Surat Al-Fatihah sebagaimana dalam shalat fardhu.
5. Baca surat pendek Al-Quran: Setelah Surat Al-Fatihah, bacalah salah satu surat pendek Al-Quran dengan jahar (lantang), sesuai kebiasaan dalam shalat sunah Tarawih.
6. Rukuk: Kemudian, rukuklah dengan penuh khusyuk dan tunduk kepada kebesaran Allah SWT.
7. Itidal: Setelah rukuk, berdirilah tegak kembali dengan tenang dan khusyuk.
8. Sujud pertama: Sujud pertama dilakukan dengan meletakkan dahi, hidung, kedua tangan, kedua lutut, dan ujung kaki di lantai.
9. Duduk diantara dua sujud: Setelah sujud pertama, duduklah sejenak sebelum melakukan sujud kedua.
10. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum rakaat kedua: Setelah sujud kedua, duduklah sejenak sebelum melanjutkan ke rakaat kedua.
11. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua: Bangkitlah dari posisi duduk dan lakukan gerakan yang sama seperti rakaat pertama untuk melanjutkan rakaat kedua.
12. Salam pada rakaat kedua: Setelah menyelesaikan rakaat kedua, akhiri shalat dengan salam.
13. Istighfar dan dianjurkan membaca doa kamilin setelah selesai sholat Tarawih: Setelah selesai shalat, dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan membaca doa kamilin sebagai penutup ibadah.
Dengan mengikuti panduan ini, umat Islam dapat menjalankan shalat sunnah Tarawih di rumah dengan baik dan mendapatkan berkah serta keberkahan dalam ibadah di bulan Ramadan yang mulia ini. Semoga Allah SWT senantiasa menerima ibadah kita semua. [ian]






