Surabaya (beritajatim.com) – Shalat Idul Adha menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim dan dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah.
Meskipun bukan termasuk dalam kategori ibadah wajib, namun pelaksanaannya memiliki keutamaan besar karena termasuk sunnah muakkad—yaitu ibadah sunnah yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW.
Sebagai salah satu hari besar dalam kalender Islam, Idul Adha identik dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah dan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT. Namun sebelum melaksanakan kurban, umat Islam disunahkan terlebih dahulu menunaikan Shalat Idul Adha dua rakaat.
Agar lebih memahami bagaimana pelaksanaannya, berikut ini panduan lengkap mengenai niat, tata cara, hingga doa setelah Shalat Idul Adha yang bisa diamalkan
Waktu Pelaksanaan dan Niat Shalat Idul Adha
Dalam pelaksanaannya, umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan Shalat Idul Adha di awal waktu. Hal ini bertujuan agar umat Muslim memiliki waktu yang cukup untuk menyembelih hewan kurban setelah menunaikan Shalat berjamaah.
Sebelum memulai Shalat, niat adalah hal yang utama. Berikut lafal niat Shalat Idul Adha:
Lafal Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku berniat Shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta’ala.”
Panduan Lengkap Tata Cara Shalat Idul Adha
Shalat Idul Adha dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan tambahan takbir di masing-masing rakaat. Berikut ini langkah-langkahnya:
– Rakaat Pertama:
1. Membaca niat Shalat Idul Adha
2. Takbiratul ihram
3. Takbir tambahan sebanyak 7 kali
– Di antara setiap takbir disunnahkan membaca dzikir:
Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm
4. Membaca surat Al-Fatihah
5. Dilanjutkan dengan surat Al-A’la
6. Rukuk dengan tuma’ninah
7. I’tidal
8. Sujud pertama
9. Duduk di antara dua sujud
10. Sujud kedua
11. Duduk sejenak sebelum bangkit ke rakaat kedua
12. Takbir intiqal (takbir berpindah dari duduk ke berdiri)
– Rakaat Kedua:
1. Takbir sebanyak 5 kali
– Diselingi dzikir seperti pada rakaat pertama
2. Membaca surat Al-Fatihah
3. Dilanjutkan dengan surat Al-Ghasyiyah
4. Rukuk dengan tuma’ninah
5. I’tidal
6. Sujud pertama
7. Duduk di antara dua sujud
8. Sujud kedua
9. Duduk tasyahud akhir
10. Mengucapkan salam sebagai penutup Shalat
Doa Setelah Shalat Idul Adha
Usai menunaikan Shalat, dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir. Berikut beberapa doa yang bisa dibaca:
1. Istighfar
Astaghfirullah hal adzim alladzi la ilaha illa huw al hayyul qoyyumu wa atubu ilaih.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
2. Doa Keselamatan
Allahumma antassalaam wa minkassalaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam.
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan dan dari-Mu datang keselamatan. Maha Berkah Engkau, wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.”
3. Dzikir Tauhid
Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah. Lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai’in qadiir.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Shalat Idul Adha bukan hanya menjadi bagian dari perayaan Hari Raya Kurban, tetapi juga wujud penghambaan dan ketaatan seorang Muslim kepada Allah SWT. Semoga panduan ini dapat membantu umat Islam menjalankan Shalat Idul Adha dengan benar dan khusyuk. (mnd/ian)






