Mojokerto (beritajatim.com) – Memasuki bulan suci Ramadhan, banyak orang mulai mencari cara untuk memberikan hadiah Lebaran yang mereka berikan agar lebih istimewa.
Tas hampers Lebaran menjadi salah satu solusi yang semakin populer saat ini karena memberikan sentuhan personal dan kesan yang unik.
Bukan hanya sebagai pembungkus hantaran Lebaran, tas hampers Lebaran memiliki peran penting dalam menghadirkan nilai estetika dan fungsionalitas.
Diantara berbagai produsen, Fansweet.id hadir dengan produk tas hampers Lebaran berkualitas yang dapat dipesan secara khusus sesuai kebutuhan.
Mulai produksi sejak tahun 2023 lalu, siapa sangka bisnis yang dibangun bersama sang suami, Rachmad Dwi Yulianto (37) kini mulai dikenal di masyarakat luas. Melalui penjualan online di media sosial (medsos), ibu tiga anak kini mulai kebanjiran orderan saat masuk bulan suci Ramadhan.
Tas hampers Lebaran yang diproduksi warga Jalan Nila 1, Wisma Sooko Indah, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini tidak hanya menarik, namun juga dibuat dengan bahan yang kuat dan tahan lama. Proses pembuatan tas hampers Lebaran ini dilakukan dengan perhatian khusus pada detail.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap tas hampers Lebaran tersebut mencerminkan pesan yang ingin disampaikan oleh pemberi hadiah. Dalam memesan tas hampers Lebaran, pelanggan bisa memilih berbagai variasi bahan, warna, dan ukuran sesuai kebutuhan yang disesuaikan dengan tema atau warna pilihan.
Sehingga cocok untuk berbagai keperluan, mulai dari hadiah untuk keluarga, teman, hingga kolega bisnis. Tas ini juga berfungsi ganda, di mana penerima dapat memanfaatkannya kembali sebagai tas belanja atau tas sehari-hari, menjadikannya hadiah yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

Selain itu, tas hampers Lebaran ini dapat dirancang dengan logo atau nama yang dicetak khusus. Hal ini menjadikan hadiah lebih eksklusif dan personal, memberikan kesan pemberi benar-benar memikirkan setiap detail dalam persiapan hadiah. Bahan yang digunakan pun beragam.
Mulai dari mika transparan, kanvas, spunbond, hingga tote bag dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp2 ribu per pcs. Fansweet.id menyediakan berbagai pilihan tas hampers Lebaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga cocok untuk berbagai keperluan, baik pribadi maupun instansi atau perusahaan.
Dibantu 10 orang karyawannya, Fani Dwi Satya Rahmana (37) sudah mempersiapkan khusus untuk bulan suci Ramadhan dan Lebaran sejak empat bulan lalu. Rumah tersebut disulap sebagai tempat packing dan display, sementara dua rumah lainnya digunakan untuk produksi.
“Untuk saat ini, model yang lagi trend dan naik daun adalah bahan dari mika transparan sehingga kelihatan bening, bagian isi kelihatan dan dipadukan dengan kulit sintetis sebagai pegangan. Jadi kesannya elegan. Orang-orang jarang pesan yang custom tapi yang ready,” ungkapnya, Selasa (4/3/2025).
Sehingga mantan karyawan salah satu bank swasta ini sengaja stok empat bulan sebelum bulan suci Ramadhan. Menurutnya saat bulan suci Ramadhan, pemesan mulai meningkatkan lebih dari 100 persen dari bulan-bulan biasa karena masyarakat cenderung mempersiapkan hampers Lebaran lebih awal.
“Orang-orang yang punya usaha souvenir hampers banyak yang sudah pesan jauh hari. Event 3.3 kemarin, pesanan naik dari biasanya. Masuk bulan suci Ramadhan mulai ada peningkatan pesanan, lebih dari 100 persen. Selain mika transparan, tote bag juga banyak dipesan karena tidak lengkang oleh jaman, bisa dipakai setelah Lebaran,” katanya.
Fani menceritakan jika usahanya tersebut dimulai dari modal nekat tanpa keahlian khusus, ini lantaran sang suami yang sebelumnya tinggal terpisah karena pekerjaan menginginkan lebih dekat dengan keluarga. Pasca resign dari salah satu perusahaan di bidang konstruksi, usaha tersebut pun dimulai.
“Dimulai dari kepepet, keinginan untuk hidup bersama. Biasanya berjauhan, kami sepasang suami-istri yang LDR-an dan ada tiga orang anak. Hampir 10 tahun, waktu itu yang kecil masih bayi. Belum ada gambaran kerja apa, yang penting kumpul. Tahun 2023 kita mulai fokus untuk produksi sendiri,” ceritanya.
Tidak ada keahlian dalam kerajinan tas, keduanya pun mulai coba-coba membuat tas dengan bahan yang dibeli di salah satu toko di Mojokerto. Usaha tersebut pun tak berbuah mulus lantaran bentuk yang diinginkan tak sesuai harapan sehingga dibutuhkan waktu hingga akhirnya bisa membuat berbagai jenis tas seperti saat ini.
“Potong-potong sendiri, coba-coba juga lama, tidak bisa langsung jadi tas. Kalau bahan tidak kesulitan karena kita berada di kota pengrajin tas. Alhamdulillah supportnya banyak baik dari SDM maupun bahan baku, saat bulan suci Ramadhan sendiri ini, ada sekitar 8-10 karyawan,” tuturnya.
Masih kata Fani, khusus di bulan suci Ramadhan biasanya ia menambah karyawan khusus packing karena penjualan lebih di online. Sehingga banyak pelanggan yang membeli dari luar kota, bahkan luar Pulau Jawa. Meski diakui juga banyak pelanggan yang datang ke lokasi.
“Kalau datang ke sini biasanya dari sekitar Mojokerto sendiri. Kita juga suplay untuk distributor-distributor toko plastik di luar Pulau Jawa. Kita melayani pesanan eceran maupun grosir, kita juga tidak menutup pesanan. Selama stok ada, ya kita kerjakan,” pungkasnya. [tin/ted]







