Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menargetkan perolehan minimal 10 kursi di DPRD setempat. Konsolidasi dilakukan dengan membentuk banyak komunitas juang atau organisasi sayap partai.
“Banyak kegiatan yang kami lakukan. Konsolidasi tidak pernah berhenti. Berkali-kali kami sampaikan, hanya dua kerja kami. Pertama, konsolidasi, pemantapan, dan penguatan organisasi. Kedua, kerja membela rakyat,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember Arif Wibowo, usai acara pelantikan pengurus BMI seluruh Jember, di Hotel Meotel, Selasa (5/7/2022).
Arif mengatakan, pembelaan terhadap rakyat bisa bermacam-macam. “Dari aspek politik, sosial, ekonomi, budaya, dan banyak lainnya. Bentuknya bisa bermacam-macam. Kami ada badan-badan partai, pelaksana tugas teknis partai, sayap-sayap partai, dan sebentar lagi melantik Baitul Muslimin Indonesia PDI Perjuangan Jember,” jelasnya.
“Jadi banyak komunitas juang yang kami bentuk. Ada komunitas juang yang sifatnya struktural seperti Banteng Muda Indonesia. Ada komunitas juang yang berbasis komunitas, seperti komunitas juang yang mengurus petani, komunitas juang yang mengurus petani desa hutan, komunitas juang yang mengurus para perajin, usaha mikro kecil menengah. Ada juga komunitas juang kami yang hanya mengurus para tukang ojek dan seterusnya. Jadi banyak organ yang kami ciptakan dan dorong agar bisa bekerja sehebat-hebatnya,” kata Arif.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pdip”]
PDI Perjuangan secara nasional menargetkan diri menang dalam Pemilu Legislatif 2024. “Saya kira berapa jumlah kursi yang ditargetkan di tingkat DPR RI, DPR provinsi, dan DPR kabupaten dan kota sudah ada perhitungannya. Tapi secara nasional dan berjenjang kami minimal mendapatkan 25 persen suara,” kata Arif.
Arif tidak terlalu ambil pusing dengan isu yang berkembang di partai lain. “Kami memikirkan kerja partai kami, menguatkan partai kami, memantapkan organisasi partai kami, membela kepentingan rakyat banyak. Kami tidak pusing yang begitu-begitu,” katanya. [wir/but]






