Trenggalek (beritajatim.com) – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Trenggalek tengah menyelenggarakan rangkaian bimbingan manasik haji terintegrasi bagi 437 jemaah tahun 1447 H/2026 M dengan menerapkan sistem zonasi.
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap calon jemaah mendapatkan pemahaman mendalam mengenai rukun, wajib, dan sunah haji melalui simulasi lapangan yang lebih intensif dan terfokus.
Sebanyak 125 jemaah yang tergabung dalam Zona 1, meliputi wilayah Kecamatan Durenan dan Watulimo, mengawali praktik simulasi ini di lapangan SMP Islam Durenan sejak pagi hingga siang hari, Senin (9/2/2026).
Para jemaah dipandu melakukan simulasi rangkaian ibadah, termasuk penggunaan miniatur Ka’bah untuk praktik tawaf agar jemaah memiliki kesiapan fisik dan mental sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah, menjelaskan bahwa pembagian empat zona ini bertujuan agar materi bimbingan dapat terserap secara maksimal oleh seluruh jemaah.
Setelah Zona 1 rampung, bimbingan akan berlanjut ke Zona 2 yang mencakup Kecamatan Gandusari, Kampak, dan Munjungan bertempat di Balai Desa Bendoagung dengan estimasi 106 jemaah.
Zona 3 meliputi Kecamatan Trenggalek, Pogalan, dan Bendungan yang dipusatkan di KBIHU Jabal Noor Bendo. Sementara itu, Zona 4 mencakup wilayah terluas yakni Kecamatan Tugu, Karangan, Suruh, Pule, Dongko, dan Panggul yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Karangan. Strategi zonasi ini diharapkan mampu mengatasi kendala geografis bagi jemaah di wilayah pelosok Trenggalek.
“Jemaah Haji di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2026 sebanyak 437. Hari ini kita sudah menyelesaikan manasik di satu titik. Jadi titik yang pertama, zona 1 untuk Kecamatan Durenan dan Watulimo, 125 jemaah sudah selesai manasik hari ini, termasuk juga praktiknya sudah selesai,” ujar Subkan Hamzah saat memantau pelaksanaan manasik di Durenan, Senin (9/2/2026).
Subkan memastikan bahwa proses administrasi jemaah haji Trenggalek secara keseluruhan berjalan lancar. Meski sempat terdapat kendala teknis pada beberapa dokumen yang tertolak, tim Kemenhaj berhasil menyelesaikannya tepat waktu sehingga tidak menghambat tahapan bimbingan manasik.
“Untuk persiapan, alhamdulillah jemaah kita sudah menyelesaikan administrasi. Kemarin ada beberapa yang tertolak, alhamdulillah sudah selesai. Dan untuk manasik selanjutnya untuk tingkat kabupaten, nanti kita menunggu jadwal dari Kanwil. Walaupun sudah ada jadwal tanggal 26 Maret, nanti kita akan bersama lagi seluruh kabupaten, kita kumpulkan dalam satu lokasi untuk manasik kubronya,” tambah Subkan mengenai rencana Manasik Kubro mendatang.
Pemerintah setempat berharap seluruh tahapan bimbingan ini dapat memitigasi risiko kesehatan dan kebingungan tata cara ibadah saat jemaah berada di Arab Saudi. Keberhasilan manasik di tingkat kecamatan dan zona akan menjadi fondasi utama sebelum para jemaah diberangkatkan secara massal menuju embarkasi.
“Harapannya semoga aja jemaah yang sudah masuk 437 itu nanti bisa berangkat semua, visa juga sudah beres semua, semuanya sehat dan bisa berangkat bersama-sama, pulang bersama-sama menjadi haji mabrur,” pungkas Subkan Hamzah. [ian]





