Magetan (beritajatim.com) – Laga uji coba antara Persemag Magetan dan Madiun Putra FC di Stadion Yosonegoro, Sabtu (29/11/2025), terpaksa dihentikan sekitar menit ke-65 setelah sejumlah suporter masuk ke area pinggir lapangan hingga mengganggu jalannya pertandingan.
Pertandingan yang berlangsung cukup alot itu sebelumnya sempat dihentikan sementara pada babak pertama karena alasan serupa, sebelum akhirnya benar-benar tidak dapat dilanjutkan.
Situasi memanas terjadi setelah jumlah suporter tim tamu yang datang ke stadion membludak dan memenuhi tribun timur. Dalam video yang beredar, suporter tampak bergerak mendekati pagar pembatas dan beberapa di antaranya masuk ke area pinggir lapangan. Kondisi ini membuat official dan pemain Persemag merasa tidak aman sehingga meminta laga dihentikan.
Pelatih Persemag: Tidak Menyangka Suporter Lawan Datang Sebanyak Itu
Pelatih Persemag Magetan, Windhu Wibowo, mengatakan bahwa pihaknya memang tidak mengajukan izin kepolisian karena menganggap laga tersebut hanya pertandingan persahabatan internal.
“Terkait perizinan memang kita tidak izin, karena ini hanya pertandingan persahabatan saja. Kami juga tidak mengira suporter tim lawan datang begitu banyak,” ujar Windhu.
“Pertandingan berjalan baik-baik saja, hanya ada beberapa suporter yang masuk lapangan. Untuk menjaga pemain, akhirnya saya minta pertandingan dihentikan. Mungkin ke depan diberi imbauan agar suporter lawan tidak boleh hadir atau pertandingan digelar tanpa penonton.”
Windhu menegaskan bahwa keputusan menghentikan laga diambil demi keselamatan pemain setelah beberapa kali terjadi gangguan dari pinggir lapangan.
Meski tak ada izin resmi, namun sejumlah pihak kepolisian turut berjaga di sekitar lokasi. Sayangnya, tak ada pengamanan oleh panitia pelaksana di dalam lokasi karena merupakan pertandingan uji coba.
Manajer MPFC: Tuan Rumah Tidak Siap dari Sisi Panpel dan Keamanan
Sementara itu, manajer Madiun Putra FC mengaku pihaknya sama sekali tidak menyangka suporter MPFC datang dalam jumlah sangat besar — diperkirakan lebih dari 300 orang hingga memenuhi tribun timur dan area belakang gawang.
Menurutnya, situasi ricuh terjadi karena tuan rumah tidak menyiapkan panitia pelaksana (panpel) dan sistem keamanan yang memadai.
“Kejadian awal karena kita enggak nyangka suporter bakal sebanyak itu, sedangkan tuan rumah enggak siap dengan panpel maupun pengamanan,” ujarnya.
“Dari awal sebenarnya saya sarankan suporter ditaruh di tribun VIP karena bisa ditutup aksesnya. Tapi malah ditempatkan di timur yang akses masuk lapangan bebas.”
Ia menambahkan bahwa pada babak pertama pertandingan sempat dihentikan sebentar karena Persemag keberatan suporter MPFC berdiri terlalu dekat dengan garis lapangan.
Setelah tertib sesaat, insiden kembali terulang pada babak kedua. Menurutnya, pertandingan dihentikan pada menit sekitar 65 karena Persemag menolak melanjutkan laga akibat kondisi tidak kondusif.
> “Teman-teman suporter itu kalau satu masuk, yang lain ikut masuk. Biasalah euforia suporter. Tapi enggak ada penyerangan ke tim kami maupun suporter Magetan,” tegasnya.
Ia juga memastikan tidak ada suporter yang diamankan polisi karena massa akhirnya digiring keluar dengan tertib.
MPFC Sebut Tidak Ada Koordinasi Terkait Izin
Manajer MPFC mengungkapkan bahwa pihaknya mengira Persemag telah mengurus perizinan. Bahkan pihak kepolisian sempat mempertanyakan langsung kepada MPFC soal tidak adanya pemberitahuan resmi.
“Kita kan diundang, jadi enggak tahu soal perizinan. Tadi dari Polres juga tanya kok tidak ada izin. Kita pikir sudah disiapkan tuan rumah.”
Ia juga membeberkan bahwa pihaknya baru mengetahui laga uji coba ini dipromosikan lewat akun Instagram resmi Persemag, sehingga para suporter mengetahui jadwal pertandingan dan hadir dalam jumlah besar.
Tidak Ada Kericuhan Besar, Hanya Euforia Suporter
Meski laga dihentikan, manajer MPFC menegaskan tidak terjadi perkelahian antarsuporter.
“Cuma rame-rame biasa, enggak sampai sweeping atau gegeran. Setelah selesai ya pulang,” katanya.
Kedua Klub Evaluasi: Pentingnya Koordinasi dan Perizinan
Baik Persemag maupun MPFC sepakat bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting, terutama terkait manajemen pertandingan, perizinan, dan pengaturan suporter.
MPFC menyebut uji coba mereka di Stadion Wilis biasanya berlangsung aman karena selalu ada koordinasi dengan kepolisian dan steward internal.
“Kalau kami yang mengundang, pasti izin dulu dan ada guard sendiri. Jadi lebih terkendali.”
Untuk agenda uji coba berikutnya, MPFC mengaku belum memiliki jadwal pasti dan masih mempertimbangkan faktor biaya dan kesiapan venue. [fiq/aje]






