Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menandatangani kerjasama dengan Ruang Temu Generasi Sehat (Rutgers) Indonesia di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (11/10/2022).
Penandatanganan dilakukan oleh Hendy dan Amala Rahmah, perwakilan Rutgers Indonesia. “MOU (Memorandum of Understanding) itu terkait pemberdayaan perempuan dan (penanganan) kekerasan terhadap remaja perempuan dan perempuan muda,” kata Hendy usai acara.
Menurut Hendy, kerjasama Pemkab Jember dan Rutgers Indonesia mendapat dukungan dari negara donor pada 2021-2025. “Bentuk konkret (Pemkab Jember), kami sudah membuat surat perintah khusus kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk mengawal ini agar hasilnya terukur. Karena ini ada negara donor, harus ada report yang jelas dan konkret orangnya (peserta program, red) ada. Bukan hanya laporannya, tapi terimplementasi langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Pemkab Jember sudah membangun sebagian besar infrastruktur jalan. “Artinya di kantong-kantong persoalan, di daerah-daerah pinggiran, bisa dijangkau. Kami berharap edukasi yang diberikan bisa ditindaklanjuti teman-teman camat dan kepala desa serta Pemkab Jember sendiri,” kata Hendy. Ada dua kecamatan yang menjadi proyek percontohan kerja sama ini, yakni Silo dan Ledokombo.
Hendy mengatakan, kehadiran Rutgers Indonesia bisa memperkuat program pencegahan pernikahan dini di 31 kecamatan yang selama ini dilakukan DP3AKB Jember. “Kami sadar tidak sedikit persoalan masalah remaja perempuan, perempuan muda, ditambah stunting, angkat kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi,” katanya.
Penanganan masalah-masalah tersebut harus dilakukan bersama-sama oleh Pemkab Jember, perguruan tinggi, pondok pesantren, pegiat sosial. Hendy berharap angka perceraian yang melibatkan perempuan muda di Jember bisa ditekan.
“Tentunya kembali ke persoalan ekonomi. Ekonomi kita harus ditingkatkan: peluang-peluang pekerjaan yang berbasiskan masyarakat. Ekonomi berbasis kemasyarakatan harus ditumbuhkan. Apa bentuknya? Setiap desa punya sumber daya alam dan sumber daya manusia besar. Kalau bisa dibangkitkan, bakal jadi kekuatan luar biasa,” kata Hendy.
Persoalan ekonomi ini tak bisa hanya dibebankan kepada Pemkab Jember. “Pemkab tidak bisa menerima pegawai baru. Belum ada ketentuan regulasi dari pemerintah pusat. Kami harus menciptakan hal-hal baru dengan kreativitas masing-masing,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-hendy-siswanto”]
Ciciek Farha, Ketua Tanoker Ledokombo yang menjadi mitra kerja Rutgers Indonesia di wilayah Jember, mengatakan, kerja sama tersebut untuk menguatkan gerakan bersama para pihak mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengatasi masalah perkawinan anak. “Dengan demikian, kegiatan itu dapat berkontribusi positif untuk mewujudkan kabupaten layak anak dan desa layak anak,” katanya.
Ciciek ingin ada penyelarasan program kegiatan dalam upaya pencegahan perkawinan anak, kehamilan remaja, dan kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Pemahaman para para pihak mengenai kabupaten layak anak dan desa layak. perlu ditingkatkan,” katanya.
Kerja sama itu juga untuk memberikan masukan-masukan dalam membangun gerakan bersama pengembangan desa layak anak secara kolaboratif. “Kami juga ingin merumuskan peta jalan (road-map) dalam pengintegrasian pencegahan perkawinan anak, kehamilan remaja, kekerasan berbasis gender dan seksual (KBGS) dalam mengembangkan desa layak anak,” kata Ciciek. [wir/but]






