Ponorogo (beritajatim.com) – Jelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli nanti, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyelenggarakan tari massal melibatkan anak-anak. Tari massal yang judul Krido Warok Cilik itu diikuti puluhan ribu anak TK dan PAUD dari seluruh Ponorogo.
Gelaran seni bersama ini tidak hanya berlangsung di Alun-alun Ponorogo. Sebanyak 21 kecematan di Bumi Reog secara serentak menggelar tari Krido Warok Cilik.
“Tari Krido Warok Cilik ini diikuti sekitar 19 ribu anak TK dan PAUD di Ponorogo,” kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Rabu (15/6/2022).
Tak mau hanya menyaksikan, Sugiri memilih ikut menari bersama seluruh anak TK dan PAUD. Kegiatan ini sebagai bagian untuk menumbuhkan kecintaan anak pada budaya yang adiluhung.
Kegiatan tari massal Krido Warok Cilik ini, bupati yang akrab disapa Kang Giri ini mengaku ingin membuat helo effect dengan menabuh semangat kolaborasi. Dipilih anak TK dan PAUD, untuk menanamkan sedini mungkin karakter budaya dan agama.
“Ponorogo itu kota santri dan budaya, saya ingin karakter agama dan budaya ini terpatri erat sedini mungkin. Ya salah satunya lewat tari Krido Warok Cilik ini,” ungkap Sugiri.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Ponorogo”]
Dengan karakter agama dan budaya yang sudah tumbuh sejak dini itu, Sugiri berharap ke depan anak-anak nanti lebih mudah untuk dimasuki ilmu pengetahuan dan informasi apa saja.
“Karakter budaya dan agama kuat, maka itu sebagai benteng. Dimasuki ilmu-ilmu mudah saja, ” katanya.
Pertumbuhan anak Ponorogo yang baik, bukan hanya PR dari Sugiri Sancoko saja, namun juga seluruh masyarakat bumi reog. Bagaiamana, bisa menyediakan hidup, pendidikan, gizi dan kota yang layak untuk anak. Sebab, anak-anak ini kelak yang akan dibebani amanah memikul tanggungjawab untuk mengelola negara ini.
“Anak bukan hanya PR saya saja, tapi juga seluruh masyarakat Ponorogo. Kita harus siapkan semua yang layak untuk anak. Kelak mereka yang aka dibebani amanah memikul negara ini,” pungkasnya. (end/beq)






