Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar makin serius mengamankan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan. Langkah itu direalisasikan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar yang akan menambah 4 pos pengawasan baru untuk memantau aktivitas tambang pasir dan mencegah kebocoran pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
Kepala Bapenda Kabupaten Blitar, Asmaning Ayu, langkah ini ditempuh agar target PAD dari sektor pajak pertambangan mineral bukan logam dan batuan (MBLB) bisa terpenuhi. Ayu menyebut bahwa target MBLB tahun 2025 ini mencapai Rp2 miliar.
“Kalau kami merencanakan penambahan 3 titik di selatan dan 1 di utara,” ucap Asmaning Ayu, Jumat (1/8/2025).
Rencananya, dari 4 pos tersebut 3 diantaranya akan ditempatkan di wilayah Blitar utara yang merupakan sentra tambang pasir, dan satu pos lagi di Blitar selatan. Penambahan ini melengkapi 10 pos pantau yang sudah ada.
“Ini kita masih identifikasi dan formulasikan nanti,” tegasnya.
Pos pantau pertambangan saat ini dijaga oleh petugas outsourcing dari Bapenda. Namun, dengan adanya penambahan ini, Bapenda Kabupaten Blitar akan meminta adanya dukungan personil dari instansi lain, seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub), untuk memperkuat pengawasan.
Penambahan pos ini diharapkan bisa menutup celah kebocoran pajak yang selama ini terjadi. Sesuai prosedur, setiap pengusaha tambang diwajibkan mengurus Surat Tanda Pengambilan (STP) ke Pemkab Blitar. STP inilah yang menjadi kunci. Dokumen tersebut akan dibawa sopir dan diperiksa di pos-pos pantau sebagai bukti pembayaran pajak.
“Cuma kami melihat masih ada kebocoran di pos-pos tertentu makanya kita juga akan melakukan strategi-strategi jangka pendek untuk bisa mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah tersebut,” tegasnya.
Langkah tegas ini diambil menyusul protes puluhan sopir dan penambang pasir beberapa waktu lalu terkait keberadaan pos pantau. Meski sempat ada gejolak, Pemkab Blitar tetap berkomitmen menjaga pos-pos tersebut sambil menawarkan solusi untuk kelancaran aktivitas penambangan.
“Kalau kita belum bisa memasang target terlalu optimis karena sebenarnya ke depan kita masih memasang target itu mungkin ya di angka Rp1 miliar lah atau Rp2 miliar insya Allah bisa,” tandasnya. [owi/beq]







1 Komentar
gimana gak bisa to bund ?
ya harus bisa to. habis Gathering tambah semangat cari pad !!!
kemarin sudah gathering bareng bpr penataran dan mak rini. gathering bsa jalan, tapi
bpr nya belum setor pad.