Bojonegoro (beritajatim.com) – Keberadaan taman sebagai ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus ruang publik di Kabupaten Bojonegoro masih terbilang terbatas. Hingga kini, kawasan perkotaan Bojonegoro baru memiliki tiga taman utama yang menjadi tumpuan warga untuk bersantai, berolahraga, hingga berinteraksi sosial.
Dalam situs resmi Pemkab Bojonegoro, ketiga taman tersebut adalah Taman Rajekwesi, Taman Lokomotif, dan Wana Wisata Tirta Wana Dander. Meski jumlahnya belum banyak, ketiganya memiliki fungsi strategis sebagai paru-paru kota sekaligus destinasi rekreasi keluarga.
Taman Rajekwesi menjadi salah satu ruang publik favorit warga. Taman yang dibangun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini tidak hanya berfungsi sebagai RTH, tetapi juga berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Setiap akhir pekan, taman ini ramai dikunjungi warga dari berbagai usia, baik siang maupun malam hari.
Beragam kegiatan rutin digelar, mulai dari senam bersama hingga aktivitas keluarga. Ke depan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Bojonegoro berencana melengkapi fasilitas pendukung, termasuk sentra kuliner dan sarana edukasi. Taman Rajekwesi sendiri dikonsep menyerupai Taman Bungkul Surabaya, dengan pendekatan taman edukatif dan ramah keluarga.
Sementara itu, Taman Lokomotif yang berada di Jalan Teuku Umar menjadi ikon ruang terbuka hijau baru sejak diresmikan pada 2020. Berdiri di atas lahan seluas sekitar 10 hektare milik PT KAI, taman ini memadukan konsep ruang hijau, olahraga, dan wisata tematik perkeretaapian.
Taman Lokomotif dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari spot lokomotif, taman lansia, taman olahraga, diorama kereta api, hingga area foodcourt. Keberadaan taman ini dinilai turut menambah kesejukan kawasan kota sekaligus menjadi alternatif ruang publik yang representatif.
Adapun Wana Wisata Tirta Wana Dander, yang berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Bojonegoro, menjadi pilihan rekreasi alam bagi warga, terutama saat akhir pekan. Dengan kawasan yang luas, pepohonan rindang, kolam renang, hingga lapangan golf, kawasan ini menjadi destinasi favorit keluarga dan wisatawan lokal.
Melihat keterbatasan taman di kawasan kota, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pun menyiapkan langkah strategis untuk memperluas ruang terbuka hijau. Salah satunya melalui rencana pembangunan lima taman perbatasan yang tersebar di titik-titik strategis perbatasan dengan kabupaten tetangga.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan, pembangunan taman perbatasan bukan sekadar untuk mempercantik wajah daerah, tetapi juga sebagai upaya menambah luasan RTH demi menjaga keseimbangan ekosistem.
“Taman-taman ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga simbol keramahan Bojonegoro dalam menyambut siapa pun yang datang. Ini bagian dari pemerataan pembangunan hingga wilayah perbatasan,” ujar Setyo Wahono, Jumat (2/1/2025).
Lima taman perbatasan tersebut direncanakan dibangun di Gondang–Nganjuk, Margomulyo–Ngawi, Kedungadem–Lamongan, Padangan–Cepu, serta Baureno–Babat. Selain sebagai RTH, taman-taman ini juga akan berfungsi sebagai gerbang atau penanda masuk wilayah Bojonegoro yang lebih ikonik.
Pemkab Bojonegoro berharap, dengan bertambahnya taman dan ruang terbuka hijau, kualitas lingkungan perkotaan semakin baik, sekaligus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan ruang publik secara sehat dan bertanggung jawab.
“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk menjaga kebersihan dan fasilitas taman. Mari bersama-sama kita rawat ruang publik ini sebagai kebanggaan Bojonegoro,” pungkas Bupati Wahono.
Ke depan, penambahan RTH diharapkan mampu mengubah wajah Bojonegoro, tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil migas, tetapi juga sebagai kabupaten yang ramah lingkungan dan nyaman bagi warganya. [lus/aje]






