Tuban (beritajatim.com) – Pengembangan dermaga dan fasilitas produksi Talavera Project Jetty di kawasan Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada 2026 diproyeksikan memperkuat ekspor serta meningkatkan daya saing industri semen nasional. Proyek bernilai investasi Rp1,4 triliun ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas kapasitas distribusi dan jaringan pasar global di tengah persaingan pasar domestik yang semakin ketat.
Sebelumnya, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek tersebut pada Jumat (6/3/2026) untuk meninjau perkembangan fasilitas industri milik PT Semen Indonesia (SIG) di kawasan Socorejo, Kecamatan Jenu, Tuban.
Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Indrieffouny Indra, menyampaikan bahwa proyek Talavera Project Jetty menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas distribusi sekaligus membuka peluang ekspansi pasar ekspor.
“Proyek ini akan berkontribusi di tengah tantangan pasar domestik yang semakin kompetitif,” ujar Indrieffouny Indra.
Nilai investasi proyek ini mencapai Rp1,4 triliun yang merupakan bagian dari kerja sama strategis antara PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan Taiheyo Cement Corporation. Kemitraan kedua perusahaan tersebut telah terjalin sejak 2021 melalui kepemilikan 15,04 persen saham Taiheyo Cement Corporation di PT Solusi Bangun Indonesia.
Dalam pengembangannya, proyek ini mencakup peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari sebelumnya 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT. Peningkatan kapasitas tersebut dilakukan melalui pembangunan Jetty Trestle dan Jetty Platform baru yang terhubung dengan fasilitas jetty yang sudah ada sebelumnya.
Selain pengembangan dermaga, proyek ini juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung produksi. Di antaranya pembangunan blending silo system berkapasitas 8.000 ton, clinker silo system berkapasitas 15.000 ton, serta dua cement silo system yang masing-masing memiliki kapasitas 18.000 ton.
Fasilitas tersebut dirancang untuk memperkuat rantai pasok dan meningkatkan efisiensi distribusi produk semen ke pasar ekspor maupun domestik.
PT Semen Indonesia memproyeksikan fasilitas ini mampu mengirimkan sekitar 450 ribu ton semen pada tahun 2026. Dalam jangka panjang, kapasitas distribusi melalui Talavera Project Jetty ditargetkan mampu mencapai hingga 1 juta ton semen per tahun.
“Semoga kerja sama dengan Taiheiyo ini membawa hasil optimal dan berkontribusi pada pertumbuhan kinerja kedua group,” kata Indrieffouny.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai lokasi strategis kawasan industri di Socorejo, Kecamatan Jenu, memiliki potensi besar untuk mendukung penguatan industri semen nasional.
“Berdasarkan upaya pemerintah dalam menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan ekonomi daerah, mendorong hilirisasi industri, peninjauan dalam rangka memastikan pembangunan berjalan efektif,” ujar Wapres Gibran. [dya/beq]






