Surabaya (beritajatim.com) – Setiap orang memiliki inner child namun jarang mereka sadari bahkan terkesan terabaikan. Alhasil inner child mereka terluka, kondisi ini akan membuat mereka lebih sering cemas, tertekan, dan kurang bahagia.
Inner child merupakan bagian dalam jiwa Anda yang masih mempertahankan kepolosan, kreativitas, serta aspek anak-anak yang lainnya. Pengertian inner child sangat berbeda dengan makna childish. Inner child yang terluka merupakan pengalaman buruk masa kecil yang menjadi trauma dan tanpa disadari terbawa hingga Anda dewasa.
Sebagai informasi tambahan, konsep inner child bukan hanya hipotesis spiritual yang tidak berdasar. Namun banyak digunakan dan diterima di kalangan psikolog dan dapat membawa banyak nilai positif ke dalam hidup Anda. Efeknya, Anda tidak hanya menjadi sadar akan kekuatan dan kelemahan Anda tetapi juga memahami diri Anda secara keseluruhan. Berikut ini beberapa ciri inner child Anda terluka:
Takut diabaikan
Seperti dilansir dari laman Medium, tanda bahwa inner child Anda terluka adalah muncul perasaan takut untuk ditinggalkan. Perasaan ini muncul ketika orang baru, hadir di hidup Anda dan timbul rasa aman dan nyaman akan kehadiran meraka. Ketakutan akan kepergian mereka membuat Anda memilih hubungan toxic agar mereka tetap di sisi Anda.
“Meskipun ini bukan fobia resmi, rasa takut ditinggalkan bisa dibilang salah satu ketakutan paling umum dan paling merusak dari semuanya. Orang-orang dengan rasa takut ditinggalkan mungkin cenderung menunjukkan perilaku dan pola pikir yang mempengaruhi hubungan mereka,” kata Lisa Fritscher, dalam bukunya berjudul Memahami Ketakutan akan Pengabaian.
Malu meng-ekspresikan perasaan
Salah satu tanda lainnya, Anda biasanya malu, hingga gagal mengekpresikan emosi seperti sedih atau marah. Parahnya, rasa malu ini menggiring ke pikiran negatif seperti tidak mampu, tidak layak, dan penyesalan. Mary C. Lamia, dalam bukunya berjudul Rasa Malu: Emosi yang Tersembunyi, Menular, dan Berbahaya menjelaskan konsep ini, “Ketika anak-anak secara emosional atau fisik ditinggalkan, dilecehkan, bahkan diabaikan, mereka menganggap bahwa itu karena mereka sendiri yang jahat.” [rsf/esd]






