Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa waktu belakangan, oksimeter jadi alat medis yang akrab di masyarakat. Itu karena oksimeter menjadi salah satu alat mendeteksi dan mengukur jumlah oksigen yang mengalir dalam darah.
Sementara, satu keluarga disesatkan oleh oksimeter yang rusak. Lantaran tidak tahu alat itu rusak, mereka mengira putra mereka masih hidup padahal sudah meninggal 18 bulan lamanya.
Akibatnya, jenazah anak itu dibiarkan tergeletak di tempat tidur dan tidak dimakamkan. Keluarga tersebut berasalan mereka tidak dapat mengkremasi tubuh karena takhayul ekstrim ibu mereka.
Dilansir dari Indiatimes.com, Laporan investigasi oleh wakil komisaris tambahan polisi Lakhan Singh Yadav dan timnya telah diterima oleh B.P. Jogdand, komisaris polisi di Kanpur, India.
Laporan itu menyebutkan oksimeter yang menjadi sumber keyakinan ibu Vimlesh, Ram Dulari bahwa putranya masih hidup adalah salah.
“Mereka telah meletakkannya di jari pertama secara permanen, tetapi itu salah dalam memberikan pembacaan, dan keluarga percaya pada pembacaan ini,” kata laporan itu.
Tim memeriksa rumah Vimlesh, khususnya ruangan tempat jenazahnya disimpan, dan berbicara dengan anggota keluarga satu per satu.
Mitali Dixit, istri Vimlesh, mengatakan kepada tim bahwa meskipun dia mengetahui kematiannya, dia menjadi percaya semua orang ketika mereka mulai mengklaim bahwa suaminya masih hidup.
Dia memberi tahu tim polisi bahwa dia telah memberi tahu kantornya tentang kematiannya, tetapi keluarga kemudian mengirimkan surat yang menunjukkan bahwa dia masih hidup.
Namun, tim tidak mengajukan bukti bahwa keluarga memanfaatkan gaji almarhum selama 18 bulan terakhir.
“Tetap saja, kami sedang menyelidiki ini dan mengumpulkan rincian dokter yang dikonsultasikan oleh keluarga dalam beberapa bulan ini. Mereka juga akan ditanyai,” kata DCP tambahan.
Sementara itu, saudara laki-laki Vimlesh, Dinesh, mengatakan dia akan mengadu ke portal menteri utama terhadap polisi dan departemen kesehatan karena “pelecehan” keluarga.
“Pertama, mereka secara paksa mengkremasi tubuh tanpa penyelidikan atau penyelidikan, dan sekarang kami dilecehkan atas nama penyelidikan ini. Saya secara resmi akan mengajukan keluhan di portal CM,” kata Dinesh. [adg/beq]






