Magetan (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan mengimbau masyarakat agar tidak panik berlebihan menyikapi isu virus Nipah. Hingga saat ini, belum ditemukan bukti klinis adanya penularan virus Nipah di Jawa Timur, termasuk di wilayah Kabupaten Magetan.
Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan, Agoes Yudi Purnomo, menjelaskan bahwa virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh paramyxovirus. Penularannya tidak terjadi secara mudah, melainkan melalui kontak tertentu.
“Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah, konsumsi buah yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan manusia yang terinfeksi,” jelasnya.
Agoes menegaskan, sampai saat ini belum ada laporan maupun temuan kasus penularan virus Nipah di Magetan. Meski demikian, langkah kewaspadaan dan edukasi kepada masyarakat tetap dilakukan sebagai upaya pencegahan dini.
Dinkes Magetan mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah yang diduga telah terkontaminasi air liur atau bekas gigitan kelelawar. Selain itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi kunci penting dalam menekan risiko penularan penyakit zoonosis.
“Buah yang akan dikonsumsi sebaiknya dicuci bersih, bahkan dikupas. Buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar sebaiknya dibuang,” tegasnya.
Selain melalui buah, risiko penularan juga dapat terjadi melalui cairan tubuh penderita. Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati apabila merawat orang yang terindikasi sakit, terutama jika terdapat luka terbuka pada tubuh, serta menghindari kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh.
Dinkes Magetan juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas di area yang menjadi tempat bertenggernya kelelawar, serta memastikan produk pangan segar dan nira yang dikonsumsi telah diolah dengan aman, termasuk melalui proses perebusan.
“Edukasi pencegahan terus kami lakukan agar masyarakat tetap waspada namun tidak panik. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan, memilih makanan yang aman, dan segera melapor ke fasilitas kesehatan jika menemukan gejala yang mencurigakan,” pungkas Agoes. [fiq/but]






