Surabaya (beritajatim.com) – Tahap interview memang kadang membuat hati berdebar dan gugup, tak ayal ini membuat kita keringat dingin dan overthingking. Sebelum keadaan ini menguasai Anda, lakukan beberapa tips ini sebelum melakukan wawancara.
Melansir dari Forbes, Kamis (19/8/2021) Dr. Tamar Chansky, penulis Freeing Yourself from Anxiety, mengungkapkan, ketika kita merasa berada dalam situasi berisiko tinggi, otak tidak dapat membedakan risiko tinggi wawancara kerja atau risiko tinggi berada di bawah ancaman serangan (katakanlah, dari harimau). Dr. Tamar Chansky juga memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan sebelum interview, simak ulasannya dibawah ini:
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips-karir, lowongan-kerja”]
Datang Lebih Awal
Pastikan untuk tiba di lokasi setidaknya 30 menit sebelum wawancara dimulai. Hal tersebut akan memberi ruang bagi Anda untuk mengatur nafas, mengingat-ingat materi interview, serta mempersiapkan diri Anda sebaik mungkin. Selain itu Anda juga harus menanamkan dalam benak Anda bahwa interview bukanlah sesuatu yang menakutkan. “Ingatkan diri Anda bahwa wawancara adalah percakapan untuk menentukan kecocokan di kedua sisi,” ungkap Kim Heitzenrater, Direktur Pengembangan Karir dan Kepemimpinan di Sawanee, Universitas Korea Selatan.
Berpikir Positif dan Percaya Diri
Ashley Strausser, Direktur Asosisasi Pusat Karir dan Pengembangan Profesional di Universitas Otterbein, Amerika Serikat mengatakan, sebelum wawancara pastikan diri Anda untuk dapat melakukan pekerjaan dengan baik, dapat menjawab pertanyaan dengan jelas dan ringkas adalah kuncinya. Selain itu pastikan untuk dapat membuat penanya terkesan dengan pengetahuan Anda tentang perusahaan.
Strausser menambahkan jika tangan Anda gemetar, lipat dan letakkan di pangkuan Anda. Kemudian jika suara Anda gemetar, tarik napas dalam-dalam dan tenangkan diri Anda. Cobalah untuk mempertahankan senyum alami, tambahnya.
Teman, Bukan Musuh
Selain menanamkan untuk selalu berpikiran positif, Anda juga harus selalu berpikir bahwa yang Anda hadapi teman bukanlah seorang musuh. Orang yang mewawancarai Anda memang bukanlah teman Anda, namun menganggap mereka sebagai musuh bukanlah ide yang baik. “Hal tersebut akan membuat adrenalin Anda melaju lebih cepat, sehingga Anda kehilangan akal sehat,” pungkas Chansky. [rsf/bjo]






