Surabaya (beritajatim.com)- Lahan resapan air hujan sering dilupakan dan dianggap sepele oleh kebanyakan orang. Terutama bagi mereka yang memiliki rumah di perkotaan. Lahan yang sempit dan padat menjadikan rumah tidak memiliki tempat untuk dapat membuat resapan air hujan, sehingga masyarakat mengandalkan selokan untuk tempat pembuangan air hujan.
Padahal, lahan resapan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah berbagai masalah, mulai dari banjir hingga penurunan kualitas air tanah. Tanpa adanya resapan yang memadai, air hujan yang seharusnya meresap ke tanah justru mengalir deras di permukaan, membawa sampah, lumpur, dan polutan lain ke saluran air, sehingga memperburuk kondisi perkotaan yang padat.
Berdasarkan fenomena tersebut, terdapat salah satu solusi inovatif untuk menciptakan lahan resapan untuk kondisi perkotaan. Yaitu dengan memanfaatkan lantai rumah atau halaman dengan bebatuan sebagai media resapan. Teknik ini tidak hanya mencegah genangan air, tetapi juga membantu menjaga kualitas air tanah dan mengurangi risiko banjir.
Pemilihan batu yang tepat menjadi kunci keberhasilan lantai resapan. Batu dengan permukaan kasar dan berpori, seperti batu kali atau batu pecah, ideal karena memungkinkan air meresap ke tanah di sela-sela batu. Selain itu, batu harus cukup kuat untuk menahan beban, baik dari kaki maupun kendaraan ringan, tanpa mengurangi ruang antar batu yang berfungsi sebagai jalur resapan air.
Selain memilih batu yang tepat, susunan batu juga menentukan efektivitas resapan. Batu sebaiknya diletakkan dengan jarak antar batu yang cukup, sehingga air hujan dapat dengan mudah mengalir ke bawah tanah. Pola susunan bisa disesuaikan dengan estetika dan fungsi, misalnya pola zig-zag, grid, atau acak.
Untuk memastikan resapan tetap optimal, sebaiknya letakkan geotekstil atau kain filter di bawah batu. Lapisan ini mencegah tanah atau lumpur menutup celah antar batu sehingga jalur resapan tidak tersumbat. Selain itu, penambahan lapisan pasir atau kerikil di bawah batu berfungsi sebagai media penyaring tambahan, menyaring kotoran sebelum air meresap ke tanah.
Dengan memanfaatkan lantai atau halaman rumah berbatu sebagai lahan resapan, setiap tetes air hujan dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Teknik sederhana ini tidak hanya mencegah genangan dan banjir, tetapi juga membantu menjaga kualitas air tanah dan keseimbangan lingkungan perkotaan. Jadi, meski lahan terbatas, rumah Anda tetap bisa berperan besar dalam menjaga lingkungan, cukup dengan menyusun batu dengan tepat dan sedikit perawatan rutin.
[Erlina Damayanti]






