Kupang (beritajatim.com) – Kabar lega datang dari gerbang logistik Nusa Tenggara Timur. Aktivitas pergerakan truk pengangkut peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Kupang terpantau kembali normal dan lancar. Tidak ada lagi pemandangan antrean panjang truk yang mengular di area gate maupun lapangan penumpukan.
Setelah sempat mengalami kendala operasional, pihak manajemen memastikan layanan receiving (penerimaan) dan delivery (pengiriman) peti kemas kini telah pulih sepenuhnya sejak 15 Januari 2026.
Terminal Head TPK Kupang, Andhik Kristianto, menegaskan bahwa saat ini kekuatan armada alat bongkar muat telah kembali prima. Empat dari lima unit Rubber Tyred Gantry (RTG) Crane serta dua unit Reach Stacker (RS) beroperasi penuh untuk melayani arus barang.
“Kondisi sudah normal. Kami telah melakukan pengaturan ulang mulai dari kesiapan operator, perencanaan bongkar muat kapal, hingga alur masuk-keluar truk untuk memastikan tidak ada lagi hambatan di lapangan,” jelas Andhik saat ditemui di lokasi, Kamis (22/1/2026).
Andhik juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi sebelumnya dan menegaskan bahwa TPK Kupang tetap beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu tanpa henti.
Perubahan signifikan ini dirasakan langsung oleh para pengemudi truk yang menjadi urat nadi distribusi barang di Kupang. Victor Kebo, salah satu pengemudi, menceritakan pengalamannya saat kendala alat terjadi pada awal Januari lalu.
“Dulu, tepatnya 7 Januari, saya sempat menunggu sampai sembilan jam hanya untuk muatan delivery. Sekarang syukurlah sudah membaik, tidak ada lagi antrean ekstrem,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan oleh James Phila Ndilu. Ia sempat terjebak antrean dari siang hingga larut malam. Namun kini, James merasakan efisiensi yang luar biasa. “Kondisi sekarang sangat cepat. Dari truk masuk (gate in) sampai keluar membawa peti kemas (gate out) hanya butuh waktu sekitar 30 menit,” ungkap James puas.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang dan bentuk komitmen PT Pelindo Terminal Petikemas, pihak manajemen telah merencanakan penambahan unit RTG Crane baru pada periode 2026 hingga 2027. Rencana strategis ini sebelumnya telah dikoordinasikan dengan Gubernur NTT guna memastikan stabilitas logistik di wilayah tersebut tetap terjaga seiring dengan meningkatnya volume perdagangan di NTT.[rea]






