Jember (beritajatim.com) – Selama ini taktik 3-5-2 lebih dikenal sebagai varian taktik sepak bola. Namun wealth management specialist, Imelda Rani, menyebutkan bahwa ini taktik finansial bagi generasi milenial untuk bisa beli rumah.
“Salah satu skema memiliki rumah adalah dengan mulai disiplin memberlakukan sistem 3-5-2 dalam mengatur penghasilan. Siapkan 50 persen penghasilan untuk memenuhi kebutuhan utama, 30 persen untuk kebutuhan lain, dan 20 persen untuk investasi,” kata Imelda, sebagaimana dilansir Humas Unej, Kamis (13/6/2024).
Imelda mengatakan, saat ini 30 persen dari total jumlah penduduk Indonesia adalah kalangan milenial yang terdidik dan aktif menggunakan media sosial. Mereka berpotensi menggerakkan ekonomi Indonesia.
Imelda menyarankan kalangan milenial untuk mulai merencanakan kepemilikan rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Memiliki rumah melalui fasilitas KPR, memberikan keunggulan berupa jaminan legalitas, adanya asuransi hingga dapat menjaga arus keuangan.
Sementara untuk urusan investasi, Imelda menyarankan kalangan milenial untuk mulai mempertimbangkan berinvestasi di obligasi dan reksadana yang beraneka ragam dan memiliki banyak skema. “Bahkan investasi di reksadana bisa dimulai dengan hanya seratus ribu rupiah saja. Namun jika ingin berinvestasi dalam jangka pendek saya sarankan membuka deposito saja,” jelasnya.
Sementara itu, Deputy Regional Manager Bisnis Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Bank Tabungan Negara, Carly Tambunan, mengatakan, pihaknya memiliki target menjadi bank penyedia kredit perumahan terbesar di Asia Tenggara pada 2025 nanti.
Tambunan mengakui, tak semua pengajuan KPR diloloskan BTN. “Banyak hal yang menjadi penyebab pengajuan KPR ditolak. Dari jumlah penghasilan yang melebihi aturan pengajuan KPR bersubsidi, hingga memiliki masalah dengan pinjaman online alias pinjol,” katanya.
Tambunan mengingatkan, bank akan memberlakukan kehati-hatian ekstra dalam menghadapi debitur yang terlibat pinjaman online. “Oleh karena itu kita harus bijaksana dengan fasilitas pinjol,” katanya, dalam acara Ngobrol Pintar Investasi atau Ngopi di Kampus Universitas Jember, Selasa (11/6/2024). [wir]






