Gresik (beritajatim.com) – Upaya modernisasi penegakan hukum lalu lintas di wilayah Gresik kini memasuki babak baru yang lebih canggih dan transparan. Polres Gresik resmi mengoperasikan sistem tilang elektronik berbasis perangkat genggam atau ETLE handheld.
Inovasi yang dijalankan oleh Satlantas Polres Gresik ini menjadi bagian dari transformasi digital kepolisian dalam meningkatkan akuntabilitas serta meminimalisasi potensi penyimpangan di lapangan.
Berbeda dengan sistem kamera statis, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) handheld memungkinkan petugas bergerak lebih fleksibel. Dengan perangkat khusus yang terhubung langsung ke pusat data nasional, pelanggaran seperti tidak memakai helm, melawan arus, hingga menggunakan ponsel saat berkendara dapat langsung direkam di lokasi mana pun.
Sistem ini menghadirkan dua metode penindakan. Pertama, metode tanpa henti, di mana pelanggaran direkam saat patroli dan diproses secara otomatis hingga surat konfirmasi dikirim ke pemilik kendaraan. Kedua, metode verifikasi langsung di tempat, ketika pelanggar dihentikan dan datanya langsung diinput oleh petugas.
Menariknya, sistem ini dilengkapi barcode untuk proses verifikasi cepat serta printer portabel yang memungkinkan bukti pelanggaran dicetak di lokasi kejadian. Hal ini membuat proses tilang menjadi lebih praktis, transparan, dan efisien.
Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa teknologi ini dirancang untuk mengurangi interaksi langsung antara petugas dan pelanggar sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
“Penindakan kini lebih fleksibel, berbasis data, dan transparan. Masyarakat juga bisa langsung melakukan verifikasi di tempat dengan sistem yang jelas,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Masih menurut AKP Nur Arifin, setelah pelanggaran tervalidasi, masyarakat cukup melengkapi dokumen seperti KTP dan SIM melalui sistem yang tersedia. Pembayaran denda pun dilakukan melalui bank yang ditunjuk, sehingga lebih aman dan terhindar dari praktik tidak resmi.
Penerapan ETLE handheld bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga edukasi bagi masyarakat. Dengan pengawasan yang semakin luas dan berbasis teknologi, diharapkan kesadaran tertib berlalu lintas di Gresik terus meningkat. [dny/kun]







1 Komentar
bikin SIM tu dipermudah.