Surabaya (beritajatim.com) – Rangkaian skincare yang kita gunakan bisa menjadi sia-sia jika kita lupa menggunakan sunscreen. Ya, sunscreen merupakan salah satu komponen yang penting dalam dunia per-skincare-an. Apalagi bagi kalian yang aktif berkegiatan di luar ruangan sehingga sering terpapar sinar matahari.
Tabir surya dengan kandungan SPF dan PA mampu menjadi perisai bagi kulit, manfaatnya pun ada segudang. Seperti mencegah diri dari kanker kulit akibat terpapar sina UVA dan UV, lalu menjaga agar tetap awet muda dengan mencegah timbulnya garis halus, keriput, atau flek hitam. Dan pastinya menjaga agar warna kulit tetap merata.
Ada beberapa model sunscreen yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan kalian. Berbentuk krim seperti pada umumnya, atau bentuk spray yang lebih praktis dan mudah untuk pengaplikasian ulang. Begitu pula dengan jenis sunscreen yang terdiri dari physicak sunscreen dan chemical sunscreen. Mau tau bedanya? Simak penjelasan di bawah ini ya.
Chemical Suncreen
Jenis kimia yang satu ini bekerja dengan cara menyerap dan mengubah sinar matahari menjadi panas lalu melepaskannya dalam tubuh. Oleh karena itu chemical sunscreen biasanya memiliki tekstur yang ringan dan mudah menyerap di permukaan kulit. Dampak baiknya, sunscreen ini tidak menimbulkan whitecast dan cocok untuk sehari – hari. Kalian pun tidak perlu mengaplikasikan terlalu tebal karena sudah bisa berkerja dengan maksimal.
Tak hanya itu, keuntungan dari formulanya yang ringan ini membuat kalian bisa menambahkan lebih banyak bahkan hingga berlapis-lapis bahan yang bermanfaat bagi kulit.Tetapi untuk meningkatkan kinerja tabir surya jenis ini, kalian perlu melakukan aplikasi ulang setiap dua hingga tiga jam sekali, atau mungkin saat terkena keringat dan air.
Umumnya, chemical sunscreen mengandung bahan aktif seperti avobenzone, octinoxate dan oxybenzone. Tapi, bagi kalian dengan kulit yang sensitif, tidak disarankan untuk menggunakan sunscreen jenis ini. Dalam beberapa kasus, UV filter kimia yang ada dalam kandungannya bisa menyebabkan iritasi.
Physical Sunscreen
Berbeda dengan tabir surya kimia, cara kerja sunscreen jenis ini adalah dengan membentuk lapisan di permukaan kulit. Gunanya untuk menjadi penghalang bagi sinar UV agar tidak menembus lapisan epidermis. Sering disebut dengan sunblock, jenis yang satu ini mampu menangkal 5-10% sinar UV. Sesuai dengan namanya, phsyical sunscreen ini benar-benar menghalangi sinar secara fisik.
Terdapat kandungan UV filter zinc oxide dan titanium dioxide dalam physicak sunscreen dan termasuk dalam golongan photostability baik. Sinar matahari tidak bisa merusak UV filter tersebut. Fungsi titaniim dioxide adalah untuk memberi perlindungan UVB, sementara zinc oxide menghalau seluruh spektrum UVA dan UVB.
Kandungan yang lengkap ini membuat tekstut physical sunscreen menjadi lebih berat dan kental, akibatnya akan meninggalkan whitecast atau lapisan putih pada kulit setelah pemakaian. Ini merupakan sedikit kekurangan dari sunscreen jenis ini karena berdampak pada peminatnya yang sedikit.
Oleh sebab itu, sebelum memilih mana merk sunscreen yang cocok, cari tau terlebih dahulu tentang jenis dan teksturnya. Karena bila salah memilik tabir surya, juga bisa menyebabkan dampak yang lebih buruk padah wajah. (mnd/tur)






