Pasuruan (beritajatim.com) – Atap ruang UKS SDN Kalirejo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan ambruk. Ambruknya atap ini disinyalir akibat tidak adanya perbaikan selama bertahun-tahun.
Selain tidak adanya perbaikan, penyanggah kayu yang terkikis oleh air hujan juga menjadi salah satu penyebabnya. Ditambah lagi dengan banyaknya rayap yang memakan kayu penyanggah.
“Setelah dicek ternyata kayu sudah keropos akibat dimakan rayap. Sudah bertahun-tahun sekolahan ini tidak diperbaiki, dan pada Kamis (12/1/2023) kemarin atapnya ambrol,” kata Agus, salah satu guru di SDN Kalirejo, Senin (16/1/2023).
Mengatasi hal tersebut pihak sekolah melakukan penanganan darurat dengan membongkar kayu penyanggah. Tak hanya itu pihak sekolah juga menggantinya dengan yang baru, sehingga bisa difungsikan kembali.
[berita-terkait number=”5″ tag=”atap-ambrol”]
Kejadian atap yang ambrol ini tak hanya terjadi di SDN Kalirejo, melainkan terjadi di dua sekolah dasar lainnya di Kabupaten Pasuruan. Diantaranya yakni SDN Kluwut, Kecamatan Wonorejo serta di SDN Kalipang, Kecamatan Grati.
Terjadinya atap roboh ini kemudian menjadi perhatian khusus bagi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Zakaria yang menyayangkan kejadian ini.
Seharusnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik Bud) Kabupaten Pasuruan melakukan inventarisir terhadap sekolah-sekolah di Kabupaten Pasuruan. “Kondisi ini sangat memprihatinkan sekali, karena seharusnya sekolah menjadi tempat yang nyaman bagi siswa. Lah ini kok tambah membahayakan kondisi siswa,” jelasnya.
Dihubungi terpisah Kepala Dispendikbud Kabupaten Pasuruan, Hasbullah tidak menjawab saat dikonfirmasi. Sampai saat ini Hasbullah tidak memberikan keterangan sedikitpun. (ada/kun)






