Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tahun politik, Polsek Sawoo melakukan agenda silaturahmi kepada tokoh-tokoh perguruan silat. Diharapkan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, masyarakat tidak bergejolak dan gesekan antar perguruan silat di Bumi Reyog bisa diminimalisir.
“Pertemuan silaturahmi dengan para ketua dan wakil ketua perguruan silat di wilayah Kecamatan Sooko ini, bertujuan untuk menjaga kamtibmas di tahun politik, khususnya di wilayah Ponorogo,” kata Kapolsek Sooko, Iptu Moh. Isa Latip, Jumat (31/5/2024).
Isa mengungkapkan betapa pentingnya berkoordinasi dengan para tokoh perguruan silat. Sehingga dapat tercipta situasi yang kondusif.
“Kita koordinasi dengan ketua dan tokoh perguruan silat yang ada di wilayah Sooko. Yakni untuk ikut serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” katanya.
Ada beberapa perwakilan dari berbagai perguruan silat yang hadir dalam ajang silaturahmi antara jajaran Polsek Sooko dengan perwakilan perguruan silat. Yakni Bayu Perkasa, Pagar Nusa, Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti, Perguruan Silat Nasional Ampuh Sehat Aman Damai (Persinas ASAD), Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM), dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Lebih lanjut, Latip menambahkan bahwa meskipun kondisi di wilayah Kecamatan Sooko selama ini termasuk kondusif dan guyub rukun, namun tetap harus diwaspadai di tahun politik seperti sekarang ini. Dengan pertemuan dan komunikasi yang terjalin, pihaknya bisa melakukan koordinasi dengan para tokoh perguruan silat.
Berusaha bersama untuk meminimalisir gesekan antar perguruan di bumi reog. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan hubungan baik antara kepolisian dan perguruan silat terus terjalin, serta mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa Pilkada 2024.
“Kita bisa saling koordinasi untuk menjaga situasi kamtibmas yang aman, kondusif dan guyub rukun,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Ranting PSHT, Nurgianto, menyambut baik langkah dari kepolisian yang ingin merangkul dan bekerja sama dengan perguruan silat untuk menjaga kondusifitas wilayah Sooko. Hal itu tentu akan bisa meminimalisir gesekan antar perguruan silat. Bisa disepakati penyelesaian terbaiknya, jika ada masalah yang terjadi.
“Kalau ada masalah antar perguruan, kita bisa selesaikan di lingkup Forum Komunikasi Pencak Silat dan Beladiri (FKPSB),” pungkas Nurgianto. [end/beq]






