Surabaya (beritajatim.com) – Tahun lalu, dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-70, Seto Mulyadi atau Kak Seto mendapatkan banyak ucapan selamat hingga banjir pujian dari warganet.
Hal ini tak lepas dari sosoknya yang tampak masih sangat aktif dan lincah dalam beraktivitas.Kegiatan-kegiatan ekstrem, seperti panjat tebing hingga parkour tampak masih bisa ia lakoni di usianya yang tidak lagi muda.
Selain itu, psikolog anak ini merupakan sosok yang dikenal begitu ramah. Terlebih dapat dilihat dari cara dan nada ia berbicara yang tampak lembut dan kerap dibarengi dengan senyuman khasnya. Tak ayal jika banyak masyarakat yang menyukainya.
Namun, ada yang berbeda di ulang tahunnya kali ini. Ucapan selamat tak lagi memenuhi kolom komentar Kak Seto. Hal ini bisa dilihat dari postingan di akun Instagram @kaksetosahabatanak, pada 28 Agustus 2022 lalu, di mana gambar ilustrasi wajahnya bersama saudara kembarnya sedang merayakan hari ulang tahun ke-71.
Kolom komentar tersebut justru dipenuhi dengan cibiran dan rasa kecewa dari warganet. Hal ini lantaran Seto Mulyadi dianggap memihak pada Putri Candrawati (PC) yang tidak lain istri dari Ferdi Sambo (FS) sekaligus menjadi salah satu pelaku dalam kasus pembunuhan brigadir J.
Sebelumnya, Kak Seto mengungkapkan bahwa anak dari pasangan tersangka PC dan FS harus diberikan perlindungan. Salah satu caranya ialah dengan tidak ditahannya Putri Candrawati. Menurutnya, hal ini tidak lepas dari anaknya yang masih bayi dan masih butuh perhatian orang tua.
Hal ini pun sontak membuat warganet geram. Menurut mereka, selama ini ada beberapa kasus di mana para ibu tetap ditahan atau menjalani proses hukum yang semestinya, meski memiliki anak bayi.
Warganet pun merasa ada perlakuan berbeda yang dilakukan Kak Seto terhadap PC. Hal ini bahkan sempat menjadi trending di Twitter.
“Putri Candrawathi tidak ditahan dengan alasan kemanusiaan karena punya bayi. Aasan ini hanya berlaku untuk yang punya banyak duit, tidak berlaku bagi warga biasa miskin. Ini gimana komnas HAM dan kak seto? (Polri yang presisi),” tulis salah satu akun.
“Ada apa Kak Seto?
Kak Seto membela pemerkosa Julianto Eka Putra.
Kak Seto membela Putri Candrawathi, tersangka pembunuh.
Nurani Anda di mana Kak?
Kenapa pemerkosa, pembunuh, Anda bela?” tweet yang lain.
Menanggapi respon warganet tersebut, Seto Mulyadi menjelaskan dalam postingan terbarunya, bahwa setiap upaya pasti mengandung pro dan kontra. Menurutnya hal tersebut merupakan risiko dalam melakukan pengabdian perlindungan anak.
“…yang jelas kami melakukan hal ini sesuai dengan amanat UU Perlindungan anak, yakni melindungi anak tanpa diskriminasi,” ujarnya. (fyi/ian)






