Jember (beritajatim.com) – Aksi psywar dan teror terhadap klub lawan bukan sekali ini terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Persebo Muda Bondowoso pernah merasakannya pada Liga 3 Musim 2018, dan bahkan lebih parah daripada yang dialami PSIL Lumajang saat ini.
Aksi teror terjadi saat rombongan mobil Elf yang ditumpangi tim sepak bola Persebo Muda Bondowoso saat dalam perjalanan menuju Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Minggu (1/7/2018). Rencananya, Persebo akan menghadapi tuan rumah Persid dalam lanjutan kompetisi Liga 3 Zona Jawa Timur putaran kedua pada pukul tiga sore. Rombongan pemain Persebo menumpang mobil Elf.
Mendekati stadion, mobil mereka didekati sekelompok orang. Orang-orang itu menendang badan mobil dan memukul kaca jendela. Bahkan kaca jendela belakang pecah setelah kena lempar batu dan pukulan kayu. Pertandingan yang sedianya dijadwalkan pukul tiga sore pun urung dilangsungkan. Rombongan Persebo memilih menyelamatkan diri ke Markas Batalyon Artileri Medan di Kelurahan Kebonsari.
Muhammad Rofiqianto, pemain Persebo, terluka kena pecahan kaca. “Saya trauma, meski luka sedikit. Saya juga mau menjaga keselamatan,” katanya saat itu. Telinganya mendapat satu jahitan di RS Daerah dr. Soebandi.
Rofiqianto sebenarnya warga asli Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Jember. Saat rombongan tim diserang, dia di kursi belakang. “Saya sudah melindungi diri. Tapi karena ada lemparan batu, kaca pecah kena saya,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebo”]
Gara-gara kejadian itu, pemain Persebo menolak melanjutkan pertandingan. Persebo akhirnya dijatuhi sanksi denda dan dinyatakan kalah 0-3, karena menolak bermain melawan Persid saat itu. Sementara Mirza Rahmulyono, manajer Persid saat itu, mengimbau pihak berwenang mengusut tuntas kejadian tersebut.
Mirza tak habis pikir dengan ulah oknum suporter tersebut. “Apa tidak mikir, saat kami mandiri, pemain terus berlatih, pelatih dan ofisial berjuang sekuat tenaga untuk putaran kedua ini, panitia pelaksana berusaha maksimal menyajikan pertandingan, dirusak oleh tindakan tidak bertanggung jawab ini,” katanya. [wir/but]






