Pedagang kaki lima di kawasan alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi pekerjaan rumah dua bupati pada masa pemerintahan Bupati Hendy Siswanto (2021-2025) dan Bupati Muhammad Fawait (2025-2030).
KUMPULAN BERITA relokasi PKL Jember
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta pemerintah daerah membuka lokasi khusus untuk pedagang kaki lima (PKL) selama alun-alun direnovasi.
Sebelum direnovasi, ada kurang lebih 250 pedagang kaki lima yang berjualan di alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur. Saat ini alun-alun tengah direnovasi dengan biaya puluhan miliar rupiah. Bagaimana nasib mereka setelah renovasi selesai?
Bupati Hendy Siswanto bertemu Rektor Iwan Taruna di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (9/11/2023) sore. Mereka mendiskusikan penataan kawasan kampus Kelurahan Tegalboto, Kecamatan Sumbersari.
Kaum difabel mendesak pemerintah daerah, DPRD, dan Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bekerja sama menata pedagang kaki lima di Jalan Jawa, Kecamatan Sumbersari. Penataan PKL bukan hanya tanggung jawab Pemkab Jember.
Jalan Jawa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berbahaya untuk kaum difabel. Banyaknya pedagang kaki lima yang memblokade trotoar dan kepadatan arus lalu lintas menjadi kombinasi yang tak ramah untuk mereka.
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jember, Jawa Timur, merelokasi pedagang-pedagang kaki lima yang biasa berjualan di trotoar Jalan Gajah Mada dan Jalan Sultan Agung. Relokasi itu sempat diprotes pedagang sayur di Pasar Tanjung, Selasa (3/10/2023) malam.





