Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menilai angka pernikahan dini di Jawa Timur masih berada pada level mengkhawatirkan.
KUMPULAN BERITA pernikahan anak
Jawa Timur mulai menunjukkan perubahan dalam peta perkawinan anak setelah bertahun-tahun berada di posisi tertinggi secara nasional.
Kemenag Blitar mencatat 46 pernikahan dini hingga triwulan III 2025, mayoritas karena hamil duluan. Kasus ini menyoroti urgensi edukasi dan pengawasan keluarga.
Upaya Kemenag melalui program BRUS berhasil menekan angka pernikahan anak di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Edukasi remaja soal pernikahan dan kesehatan reproduksi jadi kunci keberhasilannya.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah, menyambut baik pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)
Angka kasus pernikahan dini di Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan secara gradual per tahunnya sejak tiga tahun terakhir, yakni mulai tahun 2021 hingga 2023.
Sepanjang Januari hingga Desember 2023, pernikahan anak di Kabupaten Bojonegoro jumlahnya ratusan. Hal itu berdasarkan pengajuan dispensasi kawin (Diska)
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lamongan, Umuronah mengatakan bahwa kasus pernikahan anak mengalami peningkatan.
Surabaya (beritajatim.com) – Penyelesaian masalah perkawinan usia anak di Indonesia akan dapat lebih cepat diatasi, apabila pemerintah mampu mengintervensi terlebih…







