Asosiasi Petani Pangan Indonesia Jawa Timur berunjuk rasa dan membagikan dua kuintal beras di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jalan Sudarman, Senin (25/3/2024) sore.
KUMPULAN BERITA padi Jember
Khudori dalam buku Ironi Negeri Beras menyebut adanya kesenjangan antarpetani. “Pendapatan petani yang memiliki tanah besarnya dua kali lipat lebih besar dibandingkan petani tak bertanah,” tulisnya.
“Saya tidak percaya. Realitanya, kemarin kita terdampak badai El Nino dan pembatasan pupuk bersubsidi, baik jenisnya maupun alokasinya. Tahun lalu juga banyak lokasi sawah yang terkena wereng,” kata Jumantoro.
Hama wereng mulai menyerang sawah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember berusaha melakukan pengendalian agar tak mengganggu produksi padi.
Kondisi krisis iklim El Nino ternyata tak menghalangi petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk memproduksi padi hingga satu juta ton pada 2023. Ini merupakan sebuah peningkatan dari angka 983.663 ton pada 2022.
Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Jember, Jawa Timur, gagal memenuhi target serapan beras dan gabah pada 2023. Saat ini belum ada target serapan untuk 2024.
Luas panen padi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun lalu berkurang 4,47 persen dibandingkan 2021. Faktor cuaca jadi penyebab.
Petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendesak pemerintah agar segera merevisi harga pembelian gabah sebelum panen raya.
Jember (beritajatim.com) – Krisis pupuk bersubsidi yang dihadapi petani diyakini tidak akan mengganggu produksi padi di Kabupaten Jember, Jawa Timur.…
Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto berharap Kabupaten Jember, Jawa Timur, bisa mempertahankan predikat lumbung pangan nasional. Kuncinya adalah regenerasi…









