Jombang (beritajatim.com) – Sejak kasus ‘nggandol’ atau numpang pesawat Boeing 737 milik Garuda untuk berangkat ke Tanah Suci tahun 1992, Choirun Nasichin semakin terkenal. Seiring dengan itu pula, Choirun berjumpa dengan tokoh-tokoh hebat
KUMPULAN BERITA Jombang
Chorun Nascihin asal Jombang akhirnya bisa menunanaikan ibadah haji beneran. Itu dilakukan setelah pria kelahiran 4 Agustus 1962 ini tuntas menyelesaikan proses hukum di PN (Pengadilan Negeri) Sidoarjo.
Supriyanto (45), warga miskin di Dusun Tanggungan, Desa Tanggungkramat, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, tersenyum sumringah. Itu setelah dirinya mendapatkan bantuan pembangunan rumah dari Organisasi Shiddiqiyyah
Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan Direktur RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Jombang DR dr Ma’murotus Sa’diyah MKes mendapatkan pernghargaan dari BPJS Kesehatan. Itu karena RSUD Jombang sudah mengimplementasikan rekam sidik jari
Kegagalan Choirun Nasichin menjalankan ibadah haji ibarat menelan pil pahit. Sudah tidak jadi pergi ke Tanah Suci, warga Dusun Ngrumek, Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, Jombang ini justru diseret ke meja hijau dengan tuduhan memasuki daerah
Petugas Damkar (pemadam kebakaran) Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang memergoki sepasang ABG (anak baru gede) yang sedang berbuat mesum di kamar mandi setempat, Kamis (22/6/2023).
Meski awalnya sukses menyusup ke pesawat Boeing 737 milik Garuda, namun aksi Choirun Nasichin akhirnya terbongkar. Mengetahui hal itu, ratusan CJH (Calon Jamaah Haji) heboh. Ada yang sempat mengusulkan agar warga Dusun Ngrumek, Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, Jombang ini dilempar dari atas pesawat.
KPU (Komisi Pemilihan Umum) Jombang terus melakukan verifikasi administrasi (vermin) berkas 695 bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD kabupaten setempat. Hasilnya, sekitar 40 persen bacaleg atau kurang lebih 270 yang dinyatakan belum memenuhi syarat
Jombang (beritajatim.com) – Meski tidak membawa tiket dan persyaratan secuil pun, Choirun Nasichin bisa masuk ke pesawat Garuda bersama ratusan CJH (Calon Jemaah Haji) pada tahun 1992. Dia lolos dari pemeriksaan petugas.
Kiai Muda Jawa Timur, relawan pendukung Ganjar Pranowo menguatkan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pelatihan pembuatan nata de leri.

![Sudah Naik Haji Beneran, Choirun Jombang Tetap Dijuluki ‘Kaji Nunut’ H Choirun Nasichin (berkalung serban hijau) bertemu Gus Muwafiq dalam acara di sebuah perumahan di Sidoarjo belum lama ini. [Foto/Choirun untuk beritajatim]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/06/kaji-nunut1.jpg)





