Jombang (beritajatim.com) – Meski tidak membawa tiket dan persyaratan secuil pun, Choirun Nasichin bisa masuk ke pesawat Garuda bersama ratusan CJH (Calon Jemaah Haji) pada tahun 1992. Dia lolos dari pemeriksaan petugas. Meniti tangga pesawat, hingga mendapatkan tempat duduk di barisan belakang. Wuss..! Pesawat Garuda pun melesat ke Saudi Arabia.
Dihubungi beritajatim.com melalui ponselnya, Rabu (21/6/2023), Choirun masih ingat peristiwa tersebut. Dia juga masih bisa menceritakan peristiwa mendebarkan itu secara detail. “Ya, tentu masih ingat, meski sudah berlangsung 31 tahun lalu,” ujar Choirun.
Apa rahasia sakti warga Dusun Ngrumek, Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, Jombang ini. Terlalu percaya diri atau karena jampi-jampi? Choirun awalnya enggan berterung-terang terkait resep menyusup yang dilakukan. Ia hanya mengatakan bahwa apa yang dilakukan karena faktor kebetulan saja.
Namun setelah ngobrol panjang lebar, pria kelahiran 4 Agustus 1962 ini buka suara. Menurutnya, saat memasuki bandara udara Juanda, ia tak henti mewirid doa selamat. Selain itu juga melafalkan surat yasin. Nah, begitu melewati petugas pemeriksaan, Choirun pun lenggang kangkung. Padahal, ratusan CJH harus menjalani pemeriksaan satu persatu.
Choirun berkisah, saat itu 11 Mei 1992 sekitar pukul 21.00 WIB. Sebanyak 15 bus rombongan CJH dari kloter (kelompok terbang) IX Embarkasi Surabaya memasuki bandara. Warga Ngrumek yang sedang menunggu di musala tersebut langsung ikut membaur. “Awalnya sempat takut. Namun saya meyakini bahwa apa yang saya lakukan ini baik, karena hendak menjalankan ibadah haji,” katanya mengenang.
BACA JUGA:
Kisah ‘Kaji Nunut’ Asal Jombang, Naik Haji Bawa Uang Rp 54 Ribu
Dia mengungkapkan, amalan wirid doa selamat itu didapatkan dari seorang kiai asal Pekalongan Jawa Tengah. Bukan itu saja, anak kedua dari enam bersaudara ini juga rajin menjalankan puasa sunah setiap Senin-Kamis. Yang lebih menarik, pria yang kini berusia 61 tahun itu, selalu menitipkan nama setiap ada tetangganya yang berangkat menunaikan ibadah haji.
“Kalau ada tetangga berangkat haji, saya selalu menitip tulisan di atas kertas yang tertera nama saya. Nah, kertas bertulis nama itu saya suruh menaruh di Mekah,” kata Choirun mengenang.
BACA JUGA:
Air Mata dan Doa Iringi Keberangkatan Calon Jemaah Haji Jombang
Walhasil, saat memasuk pesawat Boeing 737, petugas seolah tidak tahu kehadiran Choirun yang menyelinap. Aksi penyusupan itu baru terkuak sekitar empat jam setelah pesawat yang mengangkut CJH itu lepas landas.
Itu setelah pramugari curiga karena Wak Kaji Nunut ini enggan berpindah posisi ketika diminta duduk di kursi tengah. “Karena nunut, saya tidak mau merepotkan petugas. Diberi tempat duduk paling belakang saja sudah untung bagi saya,” pungkasnya. [suf/bersambung]






