Jombang (beritajatim.com) – Sejak kasus ‘nggandol’ atau numpang pesawat Boeing 737 milik Garuda untuk berangkat ke Tanah Suci tahun 1992, Choirun Nasichin semakin terkenal. Seiring dengan itu pula, Choirun berjumpa dengan tokoh-tokoh hebat dari Jombang lainnya.
Di antaranya dengan budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun dan mantan Gubernur Jatim Imam Utomo. Oleh Cak Nun, warga Dusun Ngrumek, Desa Nglele, Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang ini sempat diajak ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan artis Neno Warisman.
Chorun masih ingat, Neno Warisman melepas masa lajangnya pada Agustus 1992. Akad Nikahnya dilangsung di Masjid Raya Pondok Indah Jakarta. Sedangkan resepsinya dilakukan di gedung Serba Guna Senayan.
Kehadiran ‘Kaji Nunut’ asal Jombang ini sebagai salah satu pengisi acara. Dia diajak oleh tetangganya yang sudah menjadi tokoh nasional, Emha Ainun Nadjib. Tempat tinggal Choirun hanya berjarak sekitar satu kilometer dengan kediaman Cak Nun.
Choirun di Dusun Ngrumek Desa Nglele, sedangkan Cak Nun di Desa Mentoro. Sama-sama berada di Kecamatan Sumobito. Kedua desa tersebut hanya dipisahkan oleh sungai. Nah, sewaktu Cak Nun mendirikan grup hadrah (musik rebana), Choirun diajak serta bergabung.
“Grup hadrah ini tampil saat acara pernikahan Mbak Neno Warisman. Saya ikut bergabung dengan grup tersebut. Saya ikut tampil di Jakarta. Juga didapuk membaca doa. Kami menginap dua hari dua malam di sana,” ujar Choirun yang saat itu masih berusia 30 tahun.
BACA JUGA:
Kisah ‘Kaji Nunut’ Asal Jombang, Naik Haji Bawa Uang Rp 54 Ribu
Bagi Choirun, keluarga Emha tidaklah asing. Karena ayahanda dari Choirun kerap dimintai bantuan untuk menggarap sawah keluarga tersebut. Choirun terkadang ikut membantu sang ayah. “Karena jarak Dusun Ngrumek dengan Desa Mentoro (rumah Cak Nun) juga dekat. Sekitar satu kilometer,” ujar Choirun mengenang, Sabtu (24/6/2023).
Adik kandung Cak Nun, Yusron Aminulloh membenarkan uangkapan Choirun itu. Menurut Yusron, Cak Nun pernah mendirikan grup hadrah. “Benar, termasuk ‘Wak Kaji Nunut’ itu pernah diajak oleh Cak Nun ke Jakarta. Itu tampil memainkan musik rebana tersebut saat pernikahan Mbak Neno Warisman,” ujarnya.
Ojo Isin-isini Wong Jombang
Pada hari terakhir dirinya diminta menghadap ke Komandan Korem (Danrem). Choirun pun diantar sejumlah petugas, lalu ditinggal di ruangan Danrem tersebut sendirian. Di atas meja berbahan kayu jati ada papan nama. Dari situlah Choriun mengetahui bahwa Komandan Korem itu bernama Imam Utomo.
“Saat itu tahun 1992. Kalau tidak salah pangkat beliau masih Kolonel,” ujar Choirun.
Pertemuan terjadi. Choirun lebih banyak menunduk. Imam Utomo lalu menanyakan asal Choirun serta menanyakan tentang Choirun yang nebeng pesawat untuk naik haji. Pria kelahiran 4 Agustus 1962 ini menjawabnya dengan sopan. Membeber asalnya, mulai nama dusun, desa, kecamatan, hingga kabupaten.
BACA JUGA:
Ini Rahasia ‘Kaji Nunut’ Jombang Bisa Tak Terlihat saat Naik Pesawat
Bahkan tanpa diminta, Choirun juga menyebut nama kedua orangtuanya, Zainudin dan Siti Chofsoh. Sambil menghela nafas panjang, Imam Utomo mengatakan bahwa dirinya juga berasal dari Jombang. Imam Utomo lahir di Dusun Ngepeh, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang. Dialog keduanya akhirnya tidak lagi menggunakan bahasa Indonesia, tapi bahasa jawa.
Oleh Imam Utomo, Choirun kemudian dites membaca ayat kursi. Anak kedua dari enam bersaudara ini melafalkan dengan lancar. Suaranya juga merdu. Imam Utomo mendengarkan ayat kursi yang dibacakan oleh Choirun dengan seksama. Beberapa saat suasana hening. Tak ada tanya jawab antara keduanya.
Keheningan pecah ketika terdengar suara laci berderit. Imam Utomo membuka laci tersebut. Kemudian memberikan pesan-pesan khusus kepada Choirun. “Ojo dibaleni (nunut) maneh yo. Ojo isin-isini wong Jombang (Jangan diulangi (nebeng) lagi ya. Jangan bikin malu orang Jombang),” kata Choirun menirukan pesan Imam Utomo.
BACA JUGA:
Detik-detik ‘Kaji Nunut’ Jombang Hendak Dilempar dari Atas Pesawat
Choirun mengangguk. Imam Utomo juga menyerahkan amplop berisi uang kepada Choirun. Keduanya berjabat tangan. Kaji Nunut mencium tangan Danrem serta mengucapkan terima kasih. “Beliau sangat baik kepada saya,” ujarnya.
Di kesampatan lain, Choirun juga pernah bertemu lagi dengan Imam Utomo. Saat itu kasus Kaji Nunut sudah vonis. Nah, sepulang ibadah haji, sekitar 1995, Choirun diundang menghadiri tasyakuran di Kodam/V Brawijaya.
Warga Dusun Ngrumek ini kaget saat bertemua dengan Pangdam V/Brawijaya. Karena wajah Pangdam tidak asing bagi Choirun. Pangdam tersebut adalah orang yang sama-sama satu daerah dengan dirinya. “Ternyata Pak Imam Utomo yang dulu menjabat Danrem, menjadi Pangdam. Itu tahun 1995,” katanya.
BACA JUGA:
Gagal ke Tanah Suci, ‘Kaji Nunut’ Jombang Dijebloskan ke Penjara
Seiring laju waktu, Imam Utomo akhirnya menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Dia menjabat selama dua periode, 1998-2003 dan 2003-2008. Kapan terakhir bertemu dengan Imam Utomo? Choirun mengatakan dirinya sempat diundang oleh Imam Utomo pada 2022.
Choirun diundang untuk mengaji di masjid kawasan Margorejo, Surabaya. Dekat dengan kediaman Imam Utomo. “Masjid tersebut milik beliau. Saya diundang ke sana pada 2022 untuk mengaji,” lanjutnya.
Masih Ber-KTP Jombang

Masa kecil Choirun Nasichin tidak jauh berbeda dengan bocah pada umumnya. Dia lahir di Dusun Ngrumek Desa Ngele Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang Jawa Timur pada 4 Agustus 1962. Choirun merupakan anak kedua dari enam bersaudara yang lahir dari pasangan Zainudin dan Siti Chofsoh.
Sekolah dasar Choirun ditempuh di MI (Madrasah Ibtidaiyah) Desa Nglele. Sekolah tersebut tidak jauh dari rumahnya. Tiap hari Choirun kecil berjalan keki menuju sekolah tersebut. Lulus dari MI, Choirun kemudian melanjutkan sekolah ke MTs (Madrasah Tsanawiyah).
Di sekolah tersebut Choirun juga menjadi santri alias mondok. Yakni di Dusun Balongrejo Desa Badas Kecamatan Sumobito. Lokasi pesantren tersebut di sebelah timur Dusun Ngrumek. Jaraknya sekitar 3 kilometer.
Namun selepas MTs, Choirun tidak lagi melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Dia lebih banyak membantu ayahnya bekerja sebagai buruh tani. Yakni, mencangkul tanah di sawah. Selain itu juga membantu sang ibu ketika kulakan dagangan dari Pasar Peterongan. Mengangkut belanjaan untuk dibawa ke rumah.
BACA JUGA:
Sudah Naik Haji Beneran, Choirun Jombang Tetap Dijuluki ‘Kaji Nunut’
Beberapa tahun setelah tragedi “Kaji Nunut’, Choirun akhirnya menemukan pasangan hidupnya. Pada 2010 Choirun menikah dengan Yuni Prihatini, wanita asal Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto. Sejak itu, domisili Choirun tidak lagi di Dusun Ngrumek Kecamatan Sumobito.
Choirun bekerja sebagai pemandu jemaah umrah dan haji (muthawif) hingga sekarang di sebuah travel haji dan umrah. “Saya domisili di Kecamatan Bangsal Kabupaten Nojokerto. Tapi KTP (Kartu Tanda Penduduk) saya masih Jombang kok. Saya kerja serabutan. Kadang membantu orang menjualkan tanah. Juga sering diundang untuk membaca doa di sejumlah acara,” kata Choirun.
Yang mengundang pria kelahiran 4 Agustus 1962 tersebut juga bukan orang sembarangan. Betapa tidak mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH beserta wakilnya Arif Affandi, pernah mengundang Choirun untuk membaca doa.
BACA JUGA:
Air Mata dan Doa Iringi Keberangkatan Calon Jemaah Haji Jombang
Choirun juga pernah membaca doa di tengah ribuan pendukung Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Ceritanya, saat itu atau tahun 2013 Nyono Suharli mencalonkan diri sebagai Bupati Jombang berpasangan dengan Hj Munjidah Wahab. Sat kampanye perdana di Alun-alun Jombang, Choirun yang ditunjuk membaca doa. Bukan hanya itu, anak pasangan Zainuddin dan Siti Qofsah ini juga kerap ditugasi membaca doa di pendapa bupati tersebut.
Aktivitas lainnya, jika musim haji seperti ini, Choirun selalu diminta ke asrama haji Surabaya. Selain membaca doa saat pemberangkatan CJH (Calon Jemaah Haji), dia juga diberi kepercayaan sebagai motivator para tamu Allah.
Untuk calon haji saat ini yang sedang berada di Tanah Suci, Choirun berpesan agar selalu sadar dan sabar. “Jangan sampai cepat emosi, karena seluruh calon haji sedunia berkumpul di Tanah Suci. Berdesak-desakan itu sudah pasti, makanya harus sadar dan sabar,” pungkasnya. [suf]

![H Choirun Nasichin (berkalung serban hijau) bertemu Gus Muwafiq dalam acara di sebuah perumahan di Sidoarjo belum lama ini. [Foto/Choirun untuk beritajatim]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/06/kaji-nunut1-300x171.jpg)





