Jombang (beritajatim.com) – Supriyanto (45), warga miskin di Dusun Tanggungan, Desa Tanggungkramat, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, tersenyum sumringah. Itu setelah dirinya mendapatkan bantuan pembangunan rumah dari Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid).
Peletakan batu pertama pembangunan rumah tersebut dilakukan pada Kamis (22/6/2023). Hadir dalam acara tersebut Ketua DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Orshid Joko Herwanto. Tentu saja Supriyanto juga menunggui dengan penuh kehembiraan.
Supriyanto berterima kasih atas bantuan dari warga Shiddiqiyyah. Menurutnya, rumah yang ia huni berisi empat orang. Hunian tersebut sebelumnya masih jauh dari kata layak.
“Alhamdulillah, saya mendapatkan bantuan dari Shiddiqiyyah. Terima kasih sekali. Karena rumah saya yang sebelumnya memang kategori tidak layak huni,” ujar pria yang bekerja sebagai kuli bangunan ini.
Sementara itu, Ketua DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Orshid Joko Herwanto mengatakan bahwa program pembangunan rumah tersebut sebagai wujud rasa syukur kemerdekaan bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
Joko melanjutkan, program pembangunan layak huni untuk warga kurang mampu ini sudah dilakukan semenjak 22 tahun lalu. Walhasil, hingga saat ini program tersebut terus berjalan. “Tercatat, hingga tahun 2022, Orshid sudah membangun 1.677 unit rumah untuk warga kurang mampu,” katanya.
BACA JUGA:
Rumah Berdinding Bambu Milik Sumiatun Dibangun Jadi Megah
“Kemudian pada tahun 2023 kami mencanangkan pembangunan rumah layak huni sebanyak 127 unit. Dilakukan serentak di Indonesia. Termasuk di Jombang 7 unit. Untuk Kecamatan Ploso 2 unit,” ujar Joko merinci.
Joko mengungkapkan bahwa pembangunan rumah layak huni menyasar fakir miskin. Tidak pandang latar belakang apapun, sepanjang warga negara Indonesia. Dari mana sumber dananya? “Anggaran dananya dari anggota. Baik dalam bentuk tenaga, uang, termasuk potensi lain dari anggota,” urainya. [suf]






