Kementerian Perhubungan RI menghentikan operasional angkutan transportasi perintis darat dan udara di Kabupaten Jember, Jawa Timur, karena efsiensi anggaran.
KUMPULAN BERITA dishub jember
Moch. Busairi, Wakil Ketua Paguyuban Insan Transportasi (Pintar), terpukul saat mengetahui Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Jawa Timur, meniadakan angkutan sekolah gratis (ASG) tahun depan.
Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Jawa Timur, baru memperoleh pendapatan Rp 1,5 miliar dari retribusi parkir sampai Oktober. Sementara target pendapatan pada 2024 adalah Rp 19 miliar.
Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak 2022 melaksanakan program antar jempur siswa difabel ke sekolah. Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) mendukung agar program tersebut diperluas.
Ratusan orang siswa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menikmati layanan angkutan sekolah gratis yang diselenggarakan Dinas Perhubungan setempat. Program ini berupaya membiasakan warga menggunakan kendaraan transportasi umum.
Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyabet dua penghargaan dari Kementerian Perhubungan dalam dua hari berturut-turut, yakni nominator Hub Transportation Award untuk Sistem Transportasi Berkelanjutan Kategori Kabupaten Raya dan penghargaan Wahana Tata Nugraha, di Jakarta International Expo, 6-7 September 2024.
Pendapatan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, dari retribusi parkir berpotensi anjlok tahun ini. Parkir berlangganan tak diberlakukan, digantikan pembayaran dengan menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) maupun uang tunai.
Sebelum lebaran, Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaksanakan uji coba program Jelita (Jember Keliling Kota). Ini kegiatan tur keliling kota yang mengajak masyarakat ke destinasi wisata baru yang selama ini belum dikenal.
Antusiasme warga untuk memanfaatkan fasilitas bus Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk mudik gratis sangat tinggi. Hanya dalam waktu dua jam, tiket mudik gratis ludes.
Ada 193,7 juta warga yang secara nasional bergerak dalam libur lebaran. Sementara itu di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebagaimana survei Dinas Perhubungan Jember, ada 56,38 persen atau kurang lebih 1,35 juta warga yang melakukan pergerakan.






