Kebhinekaan adalah karunia bagi bangsa ini. Bhineka dalam suku, bahasa, adat, tradisi, budaya serta agama. Dan merupakan keberagaman yang menjadi kekayaan yang terus dijaga bersama, dipupuk dan dilestarikan.
Salah satu elemen keberagaman, Agama, pun telah mendapat jaminan dari negara bagi penganutnya untuk mengimaninya dan menjalankan ajarannya masing masing dalam kebebasan. Hingga komunikasi dan interaksi antar agama terjalin cukup baik dalam bentuk toleransi, kerjasama, saling bantu, dan selalu menjaga kerukunan baik di tingkat individu, kelompok, jamaah ataupun organisasi.
Mendukung dan mengimplementasi semangat itu, Biro Pemuda dan Remaja (BPR) PGI (Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia) mengadakan kegiatan bertajuk TAB yaitu Tanah Air itu Bhineka.
TAB adalah satu wahana yang diperuntukkan bagi puluhan orang muda dalam belajar, mengenal, menerima dan menghargai keberagaman dengan terjun langsung hidup berdampingan di masyarakat.
Angkatan I&II TAB telah diselenggarakan di Padang, yang ke III di Indramayu dan Temanggung, dan angkatan yang ke IV kali ini akan diselenggarakan di Jember, Jatim.
Jember, salah satu kota santri, memiliki cerita panjang tentang toleransi. Tingginya toleransi di Jember tampak dari beragamnya kesukuan yang ada di dalamnya, semua agama ada, adat dan tradisi yang berwarna, sehingga budayanyapun disebut pandalungan.
Dengan itu Jember dipilih menjadi tempat pelaksanaan TAB-IV, agar peserta dapat belajar semangat toleransi dan kebersamaan, yang bisa menjadi bekal pengetahuan yang akan dijaga dan dilestarikan, diteruskan dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Menjadi duta duta damai yang merawat ibu Pertiwi.
TAB-IV 2024 “Goes to Jember” diselenggarakan atas kerja sama PGI dan PGIW Jatim, Tanoker Ledokombo dan berbagai kelompok sosial keagamaan yang ada di Jember. Dengan 30 orang muda peserta lintas iman dari berbagai tempat di seluruh Nusantara. Kegiatan akan dimulai sejak 12 Mei sampai 18 Mei 2024, yang meliputi orientasi Ledokombo dan Jember, diskusi masyarakat dan budayanya, keunikan dan kekayaan religi dan tempat ibadahnya; teori dan praktek komunikasi dan interaksi dengan masyarakat lokal/sekitar kecamatan Ledokombo; analisis sosial kelompok kelompok masyarakat, workshop pemberdayaan masyarakat; sesi input generasi muda dan tantangan digital; capacity building kepemimpinan pemuda; team building, Peace Provocator; kunjungan ke berbagai tempat ibadah di kabupaten Jember; art class bernuansa egrang bersama Tanocraft ( Tanoker Craft )hingga refleksi seluruh kegiatan.
BACA JUGA:Forum Mantan Anggota DPRD Jember Serukan 6 Hal dalam Pilkada
Dengan pembicara dan nara sumber yang merepresentasi semangat toleransi dan keberagaman, antara lain; Kiai Hodri Ariev, pengasuh PP. Bahrul Ulum Silo yang juga menjabat Ketua RMI PBNU; Kiai Zainul Wasik, Pengasuh PP. At Tanwir Sumber Gadung; Redy Saputro, Koordinator Peace Leader Indonesia; Pdt. Jacky Manuputty, Sekum PGI dan Jimmy Sormin dari PGI; Wakil dari Gereja Santo Yusuf Jember dan GKJW Sumber Pakem; Pembina dan Direktur Tanoker. Kegiatan akan ditutup dengan malam kebudayaan yang seru.
Sesuai semangat toleransi dalam keberagaman, eka dalam kebhinekaan, diharapkan TAB-IV 2024 akan dapat mewujudkan; terbangunnya semangat kemanusiaan dan kebangsaan pemuda pemudi Indonesia dalam mengukuhkan persatuan, perdamaian dan keadilan; berkembangnya jejaring pemuda lintas iman dalam merawat dan mengadvokasi kebhinekaan; didapatnya pengalaman dan ketrampilan untuk melengkapi setiap peserta dan penyelenggara dalam kolaborasi lintas iman; tersampaikannya pesan pada pihak pihak terkait anti kekerasan, anti intoleransi, anti diskriminasi sebagai sesama warga Indonesia.






