Pamekasan (beritajatim.com) – Syeh Ali As-Sa’di menilai lembaga pendidikan pesantren memiliki tugas berat dan sangat penting, yakni untuk menjaga nilai-nilai keislaman.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komunitas Masyarakat Taman di Indonesia, saat mengisi materi bertema ‘Peran Pengelolaan Lembaga dalam Menjaga Nilai Keislaman’ pada ajang Pekan Ngaji 8 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Rabu (11/1/2023).
Terlebih pada ajang tahunan international event Pesantren Bata-Bata, juga memaparkan secara detail seputar sistem manajemen lembaga pendidikan khususnya pesantren yang lebih memprioritaskan pada orientasi para pendiri.
“Seperti kita ketahui bersama bahwa setiap pesantren memiliki sistem manajemen berbeda, baik dari segi aturan, tingkatan dan skill yang akan ditanamkan kepada para santri. Hal itu sejalan dengan apa yang diinginkan oleh para pendiri pesantren,” kata Syeh Ali As-Sa’di.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pekan-ngaji”]
Bahkan pihaknya juga menyampaikan jika nilai-nilai keislaman yang diajarkan di pesantren, juga memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lainnya.
“Setidaknya ada beberapa poin terkait kekhususan nilai-nilai keislaman, di antaranya nilai keislaman yang timbul dan berkembang dari ahkam asy-syari’ah, komprehensif, terbangun atas prinsip tauhid, moderat dan bisa diterapkan pada semua tempat dan waktu,” ungkapnya.
Termasuk juga bagi lembaga pendidikan pesantren yang sudah seharusnya memiliki tugas penting menjaga nilai-nilai keislaman. “Beberapa di antaranya mengharuskan para santri agar memahami dan mematuhi nilai keislaman yang tertuang dalam al-Qur’an dan as-Sunnah,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pekan-ngaji”]
“Tidak hanya itu, pesantren juga memiliki tugas untuk mengembangkan pemahaman nilai keislaman secara utuh. Termasuk juga berusaha agar selalu ansih menjaga nilai keislaman di tengah gempuran stigma negatif yang berkembang dalam masyarakat,” imbuhnya.
Tidak cukup hanya sekedar menyandang status sebagai santri, sebab seorang santri juga harus dapat memberikan manfaat dan pengabdian nyata saat kelak berkiprah dan berkecimpung secara langsung di tengah-tengah masyarakat.
“Jadi tidak hanya cukup di pesantren, tetapi saat nanti sudah pulang ke rumah masing-masing, para santri harus dapat memberikan pemahaman yang benar seputar nilai keislaman di tengah masyarakat,” pungkasnya. [pin/beq]






