Magetan (beritajatim.com) – Kondisi cuaca di Kawasan Wisata Telaga Sarangan terpantau hujan ringan hingga sedang mulai pukul 13.30 WIB hingga 17.00 WIB. Cuaca ‘syahdu’ itu membuat sebagian pengunjung berteduh di depan pertokoan sepanjang telaga. Sebagian menikmati cuaca hujan meski harus memakai jas hujan atau menggunakan payung. Namun, meski syahdu, pengunjung diminta waspada.
Namun, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Eka Wahyudi mengingatkan pengunjung untuk senantiasa waspada. Dia meminta untuk sementara hindari melakukan wisata di tempat wisata yang rawan longsor dan banjir bandang seperti area pegunungan dan air terjun.
“Jika terpaksa berwisata di daerah rawan bencana agar selalu waspada kondisi sekitar serta menghindari berteduh di pohon besar, baliho, dan hati2 terhadap saluran air gorong-gorong. Kami juga meminta masyarakat sebelum bepergian untuk senantiasa mengikuti update prediksi cuaca melalui website BMKG atau media sosial lainnya,” kata Eka Wahyudi pada beritajatim.com, Selasa (25/10/2022).
Untuk kawasan Magetan mayoritas lokasi wisata berada di kawasan pegunungan namun tidak semuanya berada di lokasi yang rawan bencana. Khusus untuk wilayah Sarangan, tidak semua titik rawan longsor. Hanya kawasan di bagian barat telaga yang terdapat bukit yang mungkin berpotensi longsor. Banyaknya pepohonan di bukit itu juga berpotensi terjsdi pohon tumbang.
Menurut rilis BMKG Juanda wilayah Magetan masih masuk kawasan yang berpotensi terjadi cuaca ekstrim dan ada peringatan untuk waspada bencana hidrometeorologi. Termasuk, beberapa wilayah kecamatan yakni Plaosan, Panekan, Poncol. Kegiga kecamatan itu ada beberapa kawasan wisata termasuk Telaga Sarangan, Taman Wisata Genilangit, dan Wonomulyo. Jalur menuju kawasan wisata itu juga berpotensi longsor dan pohon tumbang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”telaga-sarangan”]
Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santosa menegaskan jika masyarakat harus menunda bepergian apalagi ke lokasi wisata yang rawan bencana sampai cuaca membaik. “Utamakan keselamatan ya. Kalau untuk kawasan wisata yang tak terlalu rawan bencana tidak masalah. Namun, jika dinilai rawan bencana sebaiknya ditunda dulu,” kata Ari.
Sebelumnya, pihak Perhutani KPH Lawu Ds RPH Sarangan memilih menutup Jalur Pendakian Cemoro Sewu dan Air Terjun Tirtosari. Keduanya dinilai berpotensi terjadi bencana imbas cuaca ekstrim yang melanda kawasan selingkar Gunung Lawu. [fiq/but]







