Blitar (beritajatim.com) – Susu kurma khas Blitar, salah satu menu yang tak boleh dilewatkan saat berbuka puasa. Banyaknya khasiat yang terkandung di dalam buah kurma.
Salah satu produsen susu kurma adalah Ninda Alivia, warga Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Ibu berusia 27 tahun itu sudah 3 tahun memproduksi minuman yang berbahan dasar susu segar dan buah kurma tersebut.
Banyaknya khasiat yang terkandung dalam susu kurma membuat minuman ini banyak dicari warga terutama di bulan Puasa. Selain banyaknya khasiat, rasa dari susu kurma ini juga segar dan lezat.
“Pada waktu pandemi di tahun 2021, saya awalnya hanya coba coba untuk konsumsi keluarga dan saudara. Tidak sengaja, waktu itu ada saudara yang minta dibuatkan untuk oleh oleh. Dari situ mulai banyak pesanan,” kata Ninda, Selasa (28/3/2023).
Ramadan kali ini adalah tahun ketiga ninda jualan susu kurma. Susu kurma produksi ibu muda satu anak itu memang selalu laris manis saat Ramadan. Ninda bisa menghabiskan 5 liter sampai 10 liter susu sapi segar dan 3 Kg kurma untuk membuat minuman susu kurma dalam sehari.
Baca Juga:
Tadarus Pakai Speaker di Blitar Dibatasi Sampai Pukul 22.00
“Saya produksi hanya setiap ramadan. Karena pada bulan puasa sangat banyak pesanan. Alhamdulillah bisa untuk menambah penghasilan keluarga mas,” tambahnya.
Cara membuat susu kurma cukup mudah. Ninda menjelaskan, satu liter susu sapi segar direbus sambil terus diaduk-aduk hingga mendidih. Bersamaan dengan itu, ia juga merebus 15 butir kurma yang sudah dipisahkan bijinya. Kurma direbus hingga lembek. Kemudian, kurma tersebut dihaluskan dengan blender.
“Kurma yang sudah halus kemudian dicampurkan ke susu segar yang sudah direbus. Setiap satu liter susu sapi segar membutuhkan 15 butir buah kurma yang direbus dengan air 600 ml,” urainya.
Ninda mengutarakan, ia tidak menggunakan gula sebagai pemanis susu kurma. Pemanis hanya didapatkan dari buah kurma. Ia juga tidak memakai bahan pengawet dalam susu kurma. Oleh sebab itu, produk susu kurma milik Ninda memang selalu fresh.
Menurutnya, pelanggan pesan pada malam hari. Kemudian ninda akan memproduksi pada pagi besoknya. Selanjutnya dikirim ke pelanggan pada sore di hari yang sama.
Baca Juga:
Omzet Penjual Kurma di Kota Malang Meningkat 100 Persen
“Untuk bahan baku susu sapi sangat mudah saya dapatkan. Kebetulan, di daerah sekitar saya banyak yang beternak sapi perah,” lanjutnya.
Ninda mengemas susu kurma dalam tiga botol. Yaitu, kemasan botol 250 ml dijual dengan harga Rp8.000, kemasan 500 ml dengan harga Rp15 ribu dan kemasan 1 liter dijual dengan harga Rp30 ribu.
Pesanan susu kurma, kata Ninda akan semakin meningkat pada pertengahan bulan puasa. Banyak pelanggan memesan susu kurma untuk buka bersama dan bagi bagi takjil.
“Nanti kalau pesanan semakin banyak, biasanya saya dibantu ibu dan saudara. Kalau minggu pertama puasa seperti ini saya kerjakan sendiri masih mampu,” ujarnya. [owi/beq]






