Trenggalek (beritajatim.com) – PT Surya Hutani Jaya menggelar halal bihalal bersama kontraktor penyedia tenaga kerja dan 400 pekerja di Desa Gandu Petung, Kecamatan Dongko dan Desa Bogoran Kecamatan Kampak, Kecataman Kampak, Kabupaten Trenggalek.
Region Plantation Head PT SRH Region Kalimantan Timur (Kaltim), Saifuddin Anshori menyampaikan mohon maaf lahir batin kepada seluruh kontraktor dan pekerja penanam dan perawatan tanaman akasia.
Dia mengatakan halal bihalal merupakan ajang silaturrahim antara pihak perusahaan, kontraktor dan dengan pekerja yang pulang ke kampung halaman serta masyarakat sekitar.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah melalui acara ini semoga kedepannya tetap terjalin silaturahmi antara kontraktor dan pekerjanya dengan perusahaan,” kata Saifudin Anshori dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/4/2023).
Pihaknya juga melakukan sosialisasi terkait peluang bekerja di Kaltim terutama dalam bidang Hutan Tanaman Industri (HTI). Menurut Saifudin, peluang bagi masyarakat Trenggalek untuk terlibat dalan industri HTI di Kaltim terbuka lebar.
“Sangat terbuka lebar bagi warga Trenggalek dengan ekspansi usaha yang terus ditingkatkan oleh perusahaan, sehingga menjadi peluang yang besar bagi masyarakat Trenggalek untuk terlibat dalam industri HTI di Kaltim,” katanya.
Saifuddin menambahkan, perusahaan sangat membuka lebar kesempatan bagi setiap orang yang ingin bekerja di perusahaannya. Saat ini, katanya, perusahaan masih banyak membutuhkan pekerja khususnya di bagian tanam.
BACA JUGA:
Pelajar SD di Gresik Dihabisi Ayah Kandungnya Sendiri
72 Motor Berknalpot Brong Ganggu Wisata Sarangan
“Tentunya semakin kedepan perusahaan sangat membutuhkan pekerja-pekerja yang sustainable yang disalurkan oleh kontraktor. Kami masih banyak membutuhkan pekerja-pekerja untuk membantu perusahaan kami dan ini akan tentunya menjadi kerjasama yang saling menguntungkan antar masing-masing pihak,” ujar Saifudin.
Ketua kontraktor penyedia tenaga kerja penanaman dan perawatan untuk PT SRH, Mislan berharap kedepan halal bihalal dengan para pekerja dapat terus terlaksana. Hal ini agar hubungan kerjasama antara pihak kontraktor, pekerja dan perusahaan tetap terjalin harmonis.
“Sebagai ajang berkumpul dan silaturahmi dengan pekerja, semoga acara halal bihalal ini dapat terus diadakan setiap tahunnya, dan kedepannya semoga dari PT SRH dapat terus menjadi donatur dalam acara halal bi halal ini sehingga lebih meriah lagi sehingga dapat terus memberikan bingkisan paket sembako untuk pekerja dan masyarakat yang hadir,” kata Mislan.
BACA JUGA:
Warga Manukan Surabaya Pembunuh Anak Kandung di Gresik Diringkus
Identitas Mayat Wanita Terbakar di Bangkalan Ternyata Warga Surabaya
Sementara itu, Ahmad salah satu pekerja tanam asli Trenggalek yang tengah pulang kampung mengapresiasi gelaran halal bihalal yang digelar oleh PT SRH. Ahmad mengucapkan terimakasih dan sangat bersyukur karena dengan bekerja dibidang Hutan Tanaman Industri (HTI) dapat memperbaiki perekomian keluarga.
“Saya ucapkan terimakasih kepada perusahaan telah mengadakan acara halal bihalal ini dan saya ucapkan terimakasih juga perusahaan telah memberikan kesempatan bekerja untuk saya, saya bekerja sudah 6 tahun lamanya, dengan bekerja di HTI ekonomi keluarga saya sangat terbantu,” kata Ahmad.
Dengan lapangan pekerjaan dari PT SRH, Ahmad mengaku dapat memperbaiki rumah dan dapat menabung dengan membeli hewan ternak di kampung halaman.
“Alhamdulilah mas, dengan saya bekerja di Kaltim ini saya bisa membeli hewan ternak, kedepan pengen nabung lagi pengen beli sawah untuk keluarga bertani,” pungkas Ahmad.
Dalam acara halal bihalal antara perusahaan, kontraktor penyedia tenaga kerja, para pekerja dan masyarakat ini selain sebagai ajang silaturahmi dan momen pererat hubungan harmonis juga turut dibagikan bingkisan paket sembako untuk pekerja dan masyarakat yang hadir.
Sebagai informasi, PT. Surya Hutani Jaya bergerak di bidang Hutani Tanaman Industri (HTI) yang berlokasi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 80 persen pekerja atau 1.250 orang berasal dari Trenggalek, Jawa Timur. Sementara sisanya berasal dari Jawa Tengah, Nias, dan Sulawesi. [asg/but]






