Lamongan (beritajatim.com) – Hasil survei yang dilakukan Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI) mengenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lamongan 2024, menunjukkan elektabilitas Abdul Ghofur mulai mendekati Yuhronur Efendi.
Direktur ARCI, Baihaki Sirajt, memaparkan bahwa berdasarkan sirvei yang dilajukan pada periode 1 sampai 12 Juli, elektabilitas Yuhronur Efendi selaku petahana, masih bertahan di posisi teratas dengan 47,2 persen.
“Kemudian Abdul Ghofur 14.6 persen, Suhandoyo 9.3 persen, Abdul Rouf 7.1 persen, Ahmad Shandy 4,2persen, Khusnul Yakin 3,9 persen, Debby Kurniawan 2,8 persen dan Dyah Roro 1,5 persen,” kata Baihaki, saat rilis di Dapur Kopi Lamongan, Senin (22/7/2024).
Meskipun elektabilitas Yuhronur masih unggul jauh dari kandidat lain, namun peningkatan yang signifikan justru ditujukkan oleh Abdul Ghofur.
“Padahal pada survei kami sebelumnya, pada bulan Mei lalu, Abdul Ghofur masih 6,5 persen,” tuturnya.
Menurut Baihaki, salah satu faktor yang mampu mendongkrak elektabilitas Abdul Ghofur adalah sosialisasi yang begitu masif dilakukan. Baik melalui pemasangan banner maupun sosialisasi melalui media sosial.
“Dia (Abdul Ghofur) mulai menggencarkan sosialisasi dan membentuk infrastruktur hingga ke tingkat desa. Mesin poltiknya bergerak. Kemudian pemilih dari PKB juga sudah mulai menjatuhkan pilihannya kepada Abdul Ghofur,” ucap Baihaki.
Sementara tingginya elektabilitas Yuhronur, tak lepas dari tingkat kepuasan asyaraat terhadap era pemerintahan Kabupaten Lamongan yang dipimpin pria yang akrab disapa Pak Yes itu.
“Responden yang menjawab puas terhadap kinerja Bupati Lamongan sebesar 71,2 persen. Sedangkan yang tidak puas 24,1 persen,” tuturnya.
Pebih lanjut Baihaki menjelaskan, ekeltabilitas Yuhronur tidak begitu terpengaruh dengan pasangannya. Hal itu terlihat ketika dilakukan similasi memasangkan Yuhronur dengan Dirham Aksara, elektabilitasnya 53,8 persen.
Sedangkan ketika dipasangkan dengan Khusnul Yakin, elektabilitasnya tetap tinggi, yakni 52,1 persen.
“Itu artinya, siapapun wakilnya, tidak terlalu mempengaruhi elektabilitas Yuhronur,” kata Baihaki.
Di sisi lain, Abdul Ghofur ketika disimulasikan beroasangan dengan Debby Kurniawan, elektabilitasnya berada di 35,5 persen. Namun ketika dipasangkan dengan Abdul Rouf, elektabilitasnya turun menjadi 21,7 persen.
“Jika Abdul Ghofur dan Debby berpasangan, ternyata bisa mendongkrak elektabilitanya,” ujarnya.
Meski demikian, kata Baihaki, dinamika politik untuk Pilkada Lamongan 2024 masih cukup cair, karena responden yang menyatakan pilihannya masih bisa berubah cukup besar. Yakni 54,2 persen.
“Dan ketika responden ditanya kapan menentukan pilihannya, 35,5 persen menjawab 2 hari sebelum pelaksanaan pemilihan, 22,1 persen saat kampanye dan 17,7 persen seminggu sebelum pelaksanaan pemilihan,” tuturnya.
Dengan demikian, sisa waktu sebelum pelaksanaan Pilkada Lamongan, menjadi waktu saat-saat yang krusial bagi kandidat untuk mengamankan suara pemilih. [fak/beq]






