Jombang (beritajatim.com) – Survei LSI Denny JA di Pilkada Jombang dirilis menjelang hari pencoblosan 27 November 2024. Hasilnya, elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor 01 Mundjidah Wahab-Sumrambah 23,2%, sedangkan paslon 02 Warsubi-KH Salmanudin Yazid (Warsubi-Salman) atau Warsa tembus 69,3%.
Sementara masih ada yang belum memutuskan/merahasiakan pilihannya sebesar 7,5%. Tentu saja, di sisa waktu yang kurang dari seminggu ini, nampaknya cukup sulit bagi pasangan Mundjidah Wahab-Sumrambah sebagai kepala daerah petahana untuk mengejar ketertinggalan bahkan mungkin akan semakin lebar jarak ketertinggalannya.
Demikian diungkap oleh Peneliti LSI (Lingkaran Survei Indonesia) Denny JA Fadhli Fakhri Fauzan dalam siaran persnya, Sabtu (23/11/2024). Fadhli menjelaskan, survei pemilihan kepala daerah 2024 di Kabupaten Jombang dilakukan pada 17-20 November 2024.
Survei ini menggunakan metodologi multi stage random sampling melalui wawancara tatap muka kepada 440 responden dengan margin of error ± 4,8%. Hasilnya, elektabilitas pasangan Warsubi-Salmanudin di angka 69,3%. Sedangkan pasangan Mundjidah-Sumrambah 23,2%.
“Sementara masih ada yang belum memutuskan pilihannya sebesar 7,5%. Ya, terdapat selisih sebesar 46,1% ketertinggalan pasangan Mundjidah-Sumrambah dari Warsubi-Salman,” katanya.
Fadhil mengungkapkan, dengan hasil tersebut, membuat pasangan Mundjidah-Sumrambah semakin sulit untuk melewati elektabilitas pasangan Warsubi-Salman. “Apalagi sudah tidak ada waktu lagi untuk melakukan kampanye,” jelasnya.
Pilkada Jombang digelar 27 November 2024. Ada dua pasangan calon yang sudah ditetapkan oleh KPU Jombang. Yaitu, nomor urur 01 Mundjidah Wahab-Sumrambah (MuRah). Pasangan ini diusung PDIP (10 kursi), PPP (4 kursi), Partai Demokrat (6 kursi). Totalnya 20 kursi. Pasangan ini juga didukung partai non-parlemen, Hanura.
Kemudian, paslon nomor urut 02 H Warsubi-KH Salmanudin Yazid (WarSa). Pasangan ini diusung oleh sejumlah partai. Di antaranya, Partai Gerindra (8 kursi), PKB (12 kursi), Partai Golkar (5 kursi), PKS (3 kursi), serta Partai Nasdem (2 kursi). Totalnya 30 kursi.
Sedangkan partai non-parlemen yang memberikan rekomendasi untuk pasangan ini adalah PAN (Partai Amanat Nasional), PSI (Partai Solidaritas Indonesia) dan Partai Gelora. [suf]






