Lamongan (beritajatim.com) – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, elektabilitas Yuhronur Efendi yang merupakan petahana, masih tertinggi dibandingkan calon kandidat lain. Hal itu merujuk hasil survei yang dilakukan Indonesia Political Survey and Consulting (Indopol), di Dapur Roti dan Dapur Kopi Lamongan, Selasa (2/7/2024).
Direktur Indopol Survey, Rayno Sulistiyanto, mengungkapkan dari survei dengan pertanyaan top of mind, elektabilitas Yuhronur Efendi berada di posisi teratas, dengan angka 47,50 persen. Posisi kedua ada Suhandoyo sebesar 11,00 persen, disusul Abdul Ghofur sebesar 5,50 persen, Ahmad Sandi sebesar 3.17 persen dan Kartika Hidayati sebesar 2.83 persen.
Kemudian elektabilitas figur lain seperti Debby Kurniawan, Abdul Rouf, Imam Mukhlisin, Husnul Aqib, Wahid Wahyudi dan Khusnul Yaqin, berada di bawah 2 persen.
“Sementara 25.33 persen belum menentukan pilihan,” kata Ratno.
Sedangkan dari survei pertanyaan semi terbuka dengan 10 nama, Yuhronur Effendi tetap mendominasi dengan elektabilitas sebesar 55.57 persen, disusul Suhandoyo sebesar 18.17 persen, Abdul Ghofur sebesar 7.83 persen, Kartika Hidayati sebesar 5.0 persen, Ahmad Sandi sebesar 4.17 persen, kelima Debby Kumlawan sebesar 2.5 persen.
Ratno menyampaikan, faktor yang mempengaruhi dominannya elektabilitas calon bupati petahana adalah tingkat kepuasan kinerja Yuhronur Efendi dan kinerja Pemerintah Kabupaten Lamongan cukup tinggi. Bahkan trennya cenderung naik jika dibandingkan dengan survei yang dilakukan pada November 2023.
“Dua hal ini yang kemudian memberikan dampak pada elektabilitas pak bupati yang cukup dominan. Semua program yang dijalankan cukup mendapatkan apresiasi puas dan sangat puas oleh masyarakat. Program yang tingkat kepuasan tertinggi adalah layanan pendidikan, layanan administrasi kependudukan dan kerukunan antar warga,” tuturnya.
Bahkan ketika dilakukan similasi bertingkat dan head to head dengan kandidat lain, elektabilitas Yuhronur bisa mencapai 70 persen.
“Artinya, jika Pilkada dilaksanakan hari ini. Kami pastikan petahana Yuhronur akan memenangkan pertarungan di Pilkada,” ucap Ratno.
Lebih lanjut Ratno menjelaskan, di sisa waktu 3 bulan ke depan menuju pelaksanaan Pilkada, akan sulit untuk mengejar elektabilitas petahana, kecuali terjadi tsunami politik, yakni petahana tersangkut masalah moral seperi tindak asusila atau lainnya, atau terjerat tindak pidana, misalnya kasus korupsi.
“Jika hal itu terjadi, kemungkinana akan drop elektabilitasnya.
Tapi kalau melihat dari November sampai saat ini dengan dominasi elektabilitas seperti ini, susah dibendung,” ucap Ratno.
Bahkan menurut Ratno, kekuatan politik uang juga belum tentu bisa memberikan dampak signifikan pada Pilkada 2024 Lamongan, karena petahana juga memiliki program-program yang manfaatnya telah dirasakan masyarakat.
“Menurut saya ya yang punya modal sosial dan modal logistik awal, adalah petahana. Jadi calon yang bisa melawan petahana harus lebih dari petahana, baik kekuasaan maupun logistiknya,” kata Ratno. [fak/beq]






