Jakarta (beritajatim.com) – Indikator Politik Indonesia melakukan survei tatap muka pada 28 Januari hingga 4 Februari 2024.
Survei menanyakan pilihan paslon dan partai politik, kepuasan pada Presiden Jokowi, demokrasi, ekonomi dan keamanan.
Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia menjelaskan kinerja demokrasi di mata persepsi publik terhadap mekanisme demokrasi bekerja.
“Overall ada sekitar 70,7% yang mengatakan kinerja demokrasi sangat baik,” kata Burhanuddin Muhtadi, Jumat (9/2/2024).
Ini menarik untuk kita diskusikan karena kalau di mata elit intelektual atau elit Non Goverment Organization (NGO) ada masalah demokrasi yang sekarang menjadi perhatian kalangan kampus, namun ternyata konsen itu tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat kebanyakan.
“Masyarakat bawah menyatakan demokrasi baik-baik saja. Nah saya sendiri tidak terlalu kaget dengan temuan ini karena dalam konteks di Indonesia kinerja demokrasi itu dilihat dari perspektif aspek ekonomi,” katanya.
Jadi sementara saya atau mungkin temen-temen di kampus lebih melihat aspek kebebasan sipilnya yang mungkin kita mendapatkan justifikasi dari penurunan indeks demokrasi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir
“Tapi lagi-lagi konsen seperti itu tidak terlalu banyak dirasakan oleh masyarakat bawah, masyarakat bawah ternyata lebih merasakan aspek ekonominya ketimbang demokrasi,” tandasnya.
Sedangkan untuk kondisi ekonomi nasional jadi persepsi pemilih terhadap kondisi ekonomi nasional seberapa positif atau negatif dipercaya sangat menentukan peta elektoral.
“Kalau ekonomi dipersepsikan buruk maka akan berdampak buruk terhadap pemerintahan, Namun dalam temuan ini antara persepsi positif dan negatif di angka yang sedang. ” kata Burhanuddin.(ted)






